Pencarian

Nigeria Gagal ke Piala Dunia Wanita, Era Kejayaan Super Falcons Berakhir

Selasa, 03 November 2026 • 20:10:02 WIB
Nigeria Gagal ke Piala Dunia Wanita, Era Kejayaan Super Falcons Berakhir
Pemain Nigeria meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk usai kalah 2-1 dari Afrika Selatan di Casablanca.

BALI — Nigeria menelan kekalahan 2-1 dari Afrika Selatan pada laga playoff di Casablanca, Agustus lalu, dan untuk pertama kalinya Super Falcons absen dari Piala Dunia Wanita. Kekalahan itu memutus tradisi panjang tim paling berprestasi di Afrika tersebut, sekaligus memicu pertanyaan soal masa depan mereka di tengah kenaikan hadiah turnamen.

Kegagalan Nigeria lolos ke Piala Dunia Wanita bukan sekadar satu hasil buruk. Super Falcons adalah tim nasional paling bergengsi di Afrika, baik putra maupun putri, dengan koleksi 10 gelar Wafcon. Kini mereka harus menyaksikan turnamen terbesar dunia berjalan tanpa mereka.

Laga playoff melawan Afrika Selatan di Casablanca berakhir 2-1 untuk Banyana Banyana. Kekalahan itu menutup pintu Nigeria ke putaran final dan meninggalkan luka mendalam bagi para pemain yang langsung meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk.

Tangis Pemain di Bus Tim Usai Kekalahan di Casablanca

Jurnalis dan dosen Dr Victor Ademola menyaksikan langsung suasana setelah pertandingan. Ia menggambarkan malam itu sebagai salah satu momen paling berat dalam sejarah sepak bola wanita Nigeria.

"It was a very difficult evening," kata Ademola, dikutip dari laporan tersebut.

"Some players were visibly emotional while others appeared to be processing what had just happened. I saw players crying as they got on to the team bus while some sat alone or remained on their phones, looking very sad."

Ademola menuturkan, sebagian pemain menangis saat menaiki bus tim. Sebagian lain memilih duduk sendiri, menatap ponsel, dan enggan berbicara. Suasana di sekitar bus disebutnya sunyi dan penuh kekecewaan.

Sepuluh Gelar Wafcon Tak Menjamin Tiket ke Piala Dunia

Rekam jejak Nigeria di sepak bola wanita Afrika sulit ditandingi. Sepuluh trofi Wafcon menjadikan mereka penguasa regional selama beberapa dekade. Namun dominasi di level benua tidak lagi otomatis diterjemahkan menjadi tiket ke Piala Dunia.

Afrika Selatan, yang selama ini berada di bayang-bayang Nigeria, justru tampil lebih siap di laga krusial. Hasil di Casablanca menegaskan pergeseran kekuatan di sepak bola wanita Afrika, dengan negara-negara lain mulai mengejar ketertinggalan.

Hadiah Piala Dunia Naik, Nigeria Justru Terancam Tertinggal

Nilai hadiah Piala Dunia Wanita terus meningkat dari edisi ke edisi. Bagi negara yang lolos, lonjakan ini berarti suntikan dana besar untuk pembinaan, fasilitas latihan, dan pengembangan liga domestik.

Nigeria kehilangan akses ke sumber daya tersebut. Tanpa pendapatan dari putaran final, Super Falcons berisiko makin jauh tertinggal dari rival-rivalnya yang rutin tampil di turnamen besar.

Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Negara-negara yang konsisten lolos ke Piala Dunia biasanya mengalami percepatan pembinaan usia muda. Sementara tim yang absen harus bekerja dua kali lebih keras untuk mengejar.

PSSI dan Sepak Bola Afrika Bisa Belajar dari Kasus Ini

Kegagalan Nigeria menjadi pengingat bahwa tradisi dan gelar masa lalu tidak cukup. Federasi sepak bola di berbagai negara, termasuk di Asia, kerap menghadapi persoalan serupa: mengandalkan reputasi tanpa membenahi sistem pembinaan.

Bagi Nigeria, pertanyaan terbesarnya kini adalah bagaimana membangun kembali tim sebelum kualifikasi edisi berikutnya. Sejumlah pemain senior diperkirakan akan pensiun, sementara regenerasi belum sepenuhnya matang.

Ademola tidak merinci langkah apa yang harus diambil federasi. Namun suasana di Casablanca malam itu memberi gambaran jelas: Nigeria tidak hanya kehilangan satu tiket, tetapi juga momentum yang sulit dikembalikan.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks