Pencarian

Review Apple MacBook Pro PROLED XDR: Performa Sama, Harga Naik USD 400

Minggu, 01 November 2026 • 11:55:31 WIB
Review Apple MacBook Pro PROLED XDR: Performa Sama, Harga Naik USD 400
MacBook Pro PROLED XDR hadir dengan chip M5 Pro dan M5 Max yang sama seperti versi mini-LED.

BALI — Apple MacBook Pro dengan layar PROLED XDR resmi mengandalkan chip M5 Pro dan M5 Max yang sama seperti versi mini-LED, jadi performa mentahnya bisa diprediksi tanpa perlu menunggu unit retail. Harga mulai USD 2.899 untuk 14 inci versi M5 Pro, atau USD 400 lebih mahal di seluruh lini dibanding model mini-LED yang sudah beredar sejak Maret 2026. Selisih itu murni dibayar untuk panel tandem OLED, layar sentuh, dan hilangnya notch—bukan tambahan tenaga.

Tom's Guide sudah menjalankan hands-on singkat pada MacBook Pro PROLED XDR, dan hasil pengujian chip di model mini-LED jadi acuan utama karena keduanya memakai silikon identik. Ada dua variabel yang bisa menggeser hasil: bobot bodi jauh lebih ringan dan panel OLED yang konsumsi dayanya berbeda dari mini-LED. Apple menyebut sistem termal didesain ulang total, klaim yang perlu dibuktikan lewat uji beban panjang.

Spesifikasi dan Harga: Naik USD 400 demi Panel OLED

Varian 14 inci PROLED XDR dibanderol mulai USD 2.899 (M5 Pro), sementara 16 inci mulai USD 3.399. Versi M5 Max melompat ke USD 4.499 untuk 14 inci dan USD 4.799 untuk 16 inci. Konfigurasi tertinggi 16 inci menyentuh USD 14.549—angka yang setara puluhan juta rupiah lebih tinggi dari model mini-LED setara.

  • Layar: 14,2 atau 16,3 inci PROLED XDR (tandem OLED), 120Hz, klaim hingga 2.000 nits puncak SDR dan HDR
  • Chip: M5 Pro (CPU 15 atau 18 core, GPU 16 atau 20 core) atau M5 Max (CPU 18 core, GPU 32 atau 40 core)
  • Memori: hingga 128GB, penyimpanan hingga 16TB
  • Port: 3x Thunderbolt 5, HDMI, slot SD, jack audio, MagSafe; Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6
  • Layar sentuh dengan sensor di panel dan engsel baru, tanpa notch (Dynamic Island)
  • Bobot mulai 3 pon (14 inci) dan 4 pon (16 inci)
  • Pre-order 28 Oktober, penjualan mulai 6 November

Performa CPU: Single-Core Datar, Multi-Core Naik 25%

Data Geekbench 6 dari model mini-LED menunjukkan skor single-core nyaris identik di seluruh keluarga M5. MacBook Pro 16 inci M5 Pro mencatat 4.306, M5 Max 4.338, dan M5 dasar 4.288. Artinya, tugas harian seperti browsing dan editing ringan tidak akan terasa lebih responsif dibanding M5 biasa.

Selisih sesungguhnya ada di multi-core. M5 Pro menyentuh 28.586 dan M5 Max 29.430, sekitar 25% di atas M4 Pro yang mencatat 22.822—sejalan dengan klaim Apple saat peluncuran chip pada Maret 2026. Uji Handbrake (transcode 4K ke 1080p) mencatat 1 menit 45 detik untuk M5 Pro, jauh lebih cepat dari 2 menit 38 detik milik M4 Pro.

  • MacBook Pro 16 inci (M5 Pro): 4.306 single-core / 28.586 multi-core / Handbrake 1:45
  • MacBook Pro (M5 Max): 4.338 / 29.430
  • MacBook Pro 14 inci (M5): 4.288 / 17.926 / Handbrake 3:31
  • MacBook Pro 16 inci (M4 Pro): 3.910 / 22.822 / Handbrake 2:38
  • Mac mini (M6): 4.708 / 21.405 / Handbrake 2:45

Menariknya, M6 di Mac mini dan MacBook Pro 14 inci memuncaki single-core (4.708) tapi tertinggal jauh di multi-core. Apple memilih melewati M6 Pro dan M6 Max untuk generasi ini, klaim yang diperkuat laporan Mark Gurman bahwa kedua chip tersebut tidak sedang dikembangkan.

Grafis: M5 Max Unggul Jauh, Tapi RTX Spark Mulai Mengancam

Di 3DMark Solar Bay, M5 Max mencatat 268 fps berbanding 178 fps milik M5 Pro—selisih yang masuk akal karena jumlah core GPU-nya bisa dua kali lipat. Wild Life Extreme mencatat 231 fps versus 142 fps. Kedua chip mengalahkan semua laptop Windows di tabel pengujian pertama.

Namun Nvidia RTX Spark di Microsoft Surface Laptop Ultra mengubah peta. Di Steel Nomad, RTX Spark mencatat 2.912 berbanding 2.335 milik M5 Pro, dan di Solar Bay Extreme 10.594 versus 9.108. Untuk M5 Max, skornya 3.865 dan 13.945—di atas RTX Spark, tapi jaraknya tidak lagi selebar generasi sebelumnya.

Di ranah AI, hasilnya lebih berimbang. M5 Pro mencatat 57.420 di Geekbench AI, nyaris sama dengan M5 dasar (57.242), sementara Snapdragon X2 Elite Extreme memimpin dengan 88.615.

Baterai: Klaim 24 Jam Masih Perlu Dibuktikan

Model mini-LED 16 inci M5 Pro bertahan 21 jam 25 menit dalam uji browsing web pada kecerahan 150 nits. M5 Max yang lebih haus daya bertahan sedikit di bawah 18 jam. Apple mengklaim model PROLED XDR tetap sanggup 24 jam meski bodinya lebih ringan.

Klaim itu masuk akal di atas kertas, tapi panel OLED mengonsumsi daya lebih sedikit saat menampilkan konten gelap dan lebih boros di layar putih terang. Uji baterai independen pada unit retail tetap diperlukan sebelum angka 24 jam bisa dianggap final.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Harga naik USD 400 di seluruh lini tanpa tambahan tenaga—chipnya persis sama dengan model mini-LED
  • Single-core tidak lebih cepat dari M5 dasar, jadi pengguna tugas ringan tidak merasakan manfaat
  • Klaim baterai 24 jam belum terverifikasi di panel OLED
  • Selisih performa grafis dengan RTX Spark di laptop Windows makin tipis

Verdict: Beli Kalau Butuh Layar, Bukan Tenaga

MacBook Pro PROLED XDR adalah pembaruan panel, bukan pembaruan performa. Pembeli yang butuh tenaga M5 Pro atau M5 Max sebaiknya tetap melirik model mini-LED yang harganya USD 400 lebih murah di konfigurasi setara. Yang membuat model baru ini masuk akal adalah tandem OLED 120Hz dengan klaim 2.000 nits, layar sentuh, dan hilangnya notch—tiga hal yang tidak bisa didapat di versi lama.

Cocok untuk editor video dan fotografer yang bekerja di kondisi cahaya sulit dan butuh akurasi warna panel OLED. Kurang cocok untuk pengguna yang membeli MacBook Pro semata-mata untuk render atau kompilasi kode, karena chip yang sama tersedia lebih murah di model mini-LED.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks