BADUNG — Penyerahan dilakukan dengan mendatangi kediaman penerima manfaat, bukan lewat seremoni di kantor. Bupati Adi Arnawa didampingi Ketua K3S Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyambangi dua rumah warga yang kondisi fisiknya membutuhkan dukungan sarana mobilitas dan logistik.
Penerima pertama adalah Ni Made Devia Pramesti, balita berusia 5 tahun penyandang disabilitas asal Banjar Penikit, Desa Belok Sidan. Penerima kedua, Ni Made Koper, lansia 76 tahun yang sedang menjalani pengobatan kanker kolon (usus besar) di Banjar Senapan, Desa Carangsari.
Dua Penerima Manfaat di Kecamatan Petang
Keduanya menerima kursi roda dan paket sembako dari hasil kolaborasi K3S Badung dengan gerakan Badung Peduli. Bantuan diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak: alat bantu gerak bagi balita disabilitas, serta dukungan logistik harian bagi lansia yang sedang berjuang melawan penyakit.
Bupati menyebut bantuan sarana mobilitas dan logistik itu diharapkan meringankan beban keluarga sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup para penerima manfaat.
Bupati: Kepedulian Harus Diwujudkan Lewat Tindakan
Adi Arnawa menegaskan bahwa perhatian kepada warga tidak cukup disampaikan dalam bentuk imbauan. Menurutnya, warga dengan keterbatasan fisik perlu mendapat dukungan yang bisa langsung dipakai di rumah.
"Kepedulian terhadap masyarakat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dengan memberikan perhatian kepada warga yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan dukungan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh para penerima sehingga mereka bisa sedikit beraktivitas di rumah. Dan semoga kedepan bisa sehat, sembuh, dan ada semangat untuk sehat. Pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat berkomitmen untuk dapat terus hadir memberikan perhatian," ujar Bupati Adi Arnawa di sela-sela penyerahan.
Sinergi Pemkab, K3S, dan Relawan Badung Peduli
Agenda penyerahan bantuan dihadiri jajaran kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung. Hadir pula Camat Petang Anak Agung Ngurah Darma Putra bersama unsur Tripika kecamatan, Perbekel Carangsari I Made Sudana, para kelian dinas dan adat setempat, serta relawan Tim Badung Peduli.
Keterlibatan lintas instansi itu menunjukkan bahwa penanganan warga rentan tidak berhenti di dinas sosial. Camat, perbekel, hingga kelian adat ikut memastikan bantuan sampai ke penerima yang tepat di tingkat banjar.
Bagi Pemkab Badung, aksi sowan ke rumah warga menjadi bagian dari komitmen mewujudkan masyarakat yang inklusif dan saling mendukung. Pola penyaluran langsung memungkinkan pemerintah melihat sendiri kondisi penerima manfaat, bukan sekadar menyerahkan bantuan di atas panggung.