KARANGASEM — Tradisi Banyu Pinaruh yang digelar sehari setelah Hari Raya Saraswati kembali memusatkan warga di Pantai Jasri. Pantauan di lokasi menunjukkan arus pengunjung terus bertambah hingga pagi, dengan mayoritas datang berkelompok bersama anggota keluarga.
Banyu Pinaruh dimaknai sebagai upaya membersihkan kegelapan pikiran pada tubuh manusia. Kata "banyu" berarti air dan "pinaruh" berarti pengetahuan, sehingga ritual ini lazim dilakukan di sumber mata air atau pantai.
Ombak Bersahabat dan Pantai Bersih Jadi Alasan Utama
Sejumlah pengunjung menyebut karakter ombak Pantai Jasri yang relatif tenang sebagai pertimbangan utama. Kondisi itu membuat pantai di pesisir Karangasem tersebut dinilai aman ketika digunakan membersihkan diri bersama anak-anak atau orang tua.
Kebersihan pantai juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga yang datang membawa canang untuk sembahyang kemudian mandi mengaku merasa tenang menjalankan Banyu Pinaruh di lokasi tersebut.
"Meski ramai, tetapi pikiran saya selalu merasa tenang saat melaksanakan Banyu Pinaruh di sini (Pantai Jasri)," kata Kadek Diah (29), pengunjung asal Desa Seraya.
Bukan Hanya Saat Banyu Pinaruh, Warga Datang Rutin
Putu Mardika Yasa (41), warga Desa Bukit, Karangasem, mengaku menjadikan Pantai Jasri sebagai langganan untuk mandi di luar momen ritual. Kedatangan pada Minggu pagi itu ia manfaatkan sekaligus untuk berburu kuliner di sekitar pantai.
"Saya sering datang ke sini (Pantai Jasri) bukan cuma saat Banyu Pinaruh saja. Saat hari-hari biasa juga sering untuk mandi," kata Mardika.
Pantai Jasri memang tercatat sebagai salah satu titik favorit warga Karangasem untuk Banyu Pinaruh. Kombinasi akses yang mudah, garis pantai yang bersih, dan ombak yang tidak terlalu besar membuat lokasi ini konsisten ramai setiap kali tradisi tersebut digelar.
Ritme Pagi di Pesisir Subagan
Antrean kendaraan dan lalu lalang warga sempat mewarnai kawasan Pantai Jasri sejak pagi. Meski begitu, suasana ritual berjalan lancar tanpa laporan insiden berarti di lokasi.
Bagi warga Karangasem, Banyu Pinaruh di Pantai Jasri bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Tradisi ini sudah menyatu dengan rutinitas harian sebagian warga yang menjadikan pantai sebagai tempat mandi dan berkumpul keluarga.