DENPASAR — Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Bali setelah stok Pertalite dan Pertamax menipis. Insiden di SPBU Latu, Abiansemal, Badung, menjadi yang paling menonjol ketika seorang perempuan warga Desa Bongkasa jatuh pingsan sekitar pukul 09.00 Wita.
Korban diduga kelelahan karena kondisi fisiknya kurang fit setelah menunggu berjam-jam. Petugas kepolisian bersama petugas SPBU memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilarikan dengan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.
Lima Wilayah Terdampak, Klungkung Kehabisan Pertalite
Kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Badung. Warga di Denpasar, Klungkung, Buleleng, dan Bangli melaporkan kesulitan serupa saat mencari bahan bakar.
Di Klungkung, antrean terpusat di tiga SPBU: SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih. Kondisi itu muncul setelah stok Pertalite di ketiga lokasi kosong, sehingga warga beralih mengejar Pertamax.
Buleleng tak luput dari dampak. Warga harus mendatangi beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM. Di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, antrean kendaraan terlihat mengular sepanjang jalan.
Pertamina Sebut Kapal Tanker Terlambat Bongkar Muat
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkap salah satu penyebab kelangkaan adalah kendala bongkar muat kapal tanker. Kapal tersebut mengalami kesulitan memasang jangkar.
Akibatnya, proses bongkar muat yang dijadwalkan pukul 06.30 Wita baru berlangsung pukul 22.00 Wita. Keterlambatan belasan jam itu memangkas pasokan yang seharusnya sudah tersalur ke SPBU sejak pagi.
Pertamina menyatakan sedang menyiapkan tambahan pasokan BBM untuk menutup kekurangan di lapangan.
Gubernur Koster Minta Pasokan Dib benahi
Gubernur Bali Wayan Koster meminta Pertamina membenahi pasokan BBM ke seluruh wilayah provinsi. Permintaan itu disampaikan di tengah keluhan warga yang terus mengalir dari berbagai kabupaten.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai berapa lama tambahan pasokan akan tiba di SPBU-SPBU yang kehabisan stok.
Warga di sejumlah lokasi memilih tetap mengantre meski harus menunggu berjam-jam, sementara sebagian lain berpindah ke SPBU di kecamatan tetangga untuk mencari Pertamax.