DENPASAR — Bantuan disalurkan kepada Br. Adat Bukit Seni Desa Sembiran, Sekehe Angklung Genta Kencana Desa Bengkel Kecamatan Busungbiu, serta Sekaa Baris Buleleng Desa Adat Pacung Kecamatan Tejakula. Penerima berikutnya adalah Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh Desa Sembiran dan kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi Desa Sembiran.
Dua penerima terakhir adalah Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung dan Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas, Desa Bengkel. Nilai bantuan bervariasi sesuai kebutuhan dan peruntukan masing-masing kelompok, mulai Rp 50 juta sampai Rp 350 juta.
Siapa Saja Penerima CSR St Regis di Buleleng?
Ketujuh penerima berasal dari tiga kecamatan di Buleleng, yakni Sembiran, Busungbiu, dan Tejakula. Kelompok yang menerima mencakup sekaa angklung, sekaa baris, sekaa gambuh, sekaa teruna, hingga pengempon pura.
Bantuan untuk kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi menyasar warga lanjut usia di Desa Sembiran. Sementara Pengempon Pura Merajan Bengkel menerima dukungan untuk kebutuhan kegiatan adat di pura tersebut.
Koster Minta Bantuan Digunakan Secara Bertanggung Jawab
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada St Regis atas dukungan bagi kelompok seni dan masyarakat adat di Bali. Ia menilai bantuan itu sebagai bentuk kepercayaan terhadap upaya pelestarian kebudayaan Bali.
"Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab," ujar Koster.
Koster meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Dukungan itu diharapkan memberi manfaat nyata bagi keberlangsungan kegiatan adat dan seni tradisi.
"Bali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya," kata Koster.
Komitmen St Regis terhadap Seni Tradisi Bali
Direktur Marketing dan Komunikasi St Regis, Clarissa Claudia, mengatakan pemberian CSR merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. St Regis berupaya mendukung keberlangsungan seni tradisi yang berkembang di Bali.
Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal. Program CSR itu sekaligus mendukung program dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali.
Penyerahan CSR menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pelestarian budaya di tingkat desa adat dan komunitas.