Pencarian

Farizon SV vs Toyota Hi Ace, Siapa Paling Laris di Segmen Van Niaga

Jumat, 16 Oktober 2026 • 11:56:01 WIB
Farizon SV vs Toyota Hi Ace, Siapa Paling Laris di Segmen Van Niaga
Toyota Hi Ace memimpin penjualan segmen van niaga dengan 3.619 unit pada Januari–September.

BALI — Toyota Hi Ace masih menguasai segmen kendaraan niaga penumpang Indonesia dengan penjualan 3.619 unit sepanjang Januari-September, sementara pendatang baru Farizon SV baru terdistribusi 140 unit sejak Juni. Data Gaikindo itu menunjukkan dominasi Hi Ace belum tergoyahkan meski Farizon SV menawarkan teknologi battery electric vehicles (BEV). Keduanya kini bersaing di pasar travel, shuttle antar kota, hingga kendaraan pariwisata.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat Toyota Hi Ace memimpin jauh dengan rincian Hi Ace Premio 1.786 unit dan Hi Ace Commuter 1.833 unit. Farizon SV, van listrik buatan Geely Group, tercatat terdistribusi 140 unit sejak Juni hingga September 2026. Jarak angka itu memberi gambaran seberapa besar tantangan merek pendatang di segmen yang sudah dikuasai Hi Ace bertahun-tahun.

Performa Mesin: Diesel Konvensional vs Motor Listrik

Farizon SV mengandalkan daya hingga 170 kW atau setara 228 dk dengan torsi puncak 336 Nm. Baterainya berkapasitas 82,8 kWh besutan Gotion, dan saat terisi penuh mobil ini diklaim bisa melaju hingga 400 km. Sistem pengisian cepatnya memakai ultra fast charging CCS2, mampu mengisi daya dari 20% ke 80% hanya dalam 36 menit dengan colokan DC Charging 140 kW.

Di sisi lain, Toyota Hi Ace Premio memakai mesin diesel 1GD-FTV 2.755 cc Direct Injection dengan tenaga 176,8 PS (174,3 dk) pada 3.400 rpm dan torsi 419 Nm di rentang 1.400-2.600 rpm. Mesin tersebut sudah memenuhi regulasi Euro4. Sementara Hi Ace Commuter dibekali mesin 1KD-FTV 2.982 cc Direct Injection yang menghasilkan tenaga 136 PS (134 dk) pada 3.400 rpm dan torsi 300 Nm di 1.200-2.400 rpm.

Baik Hi Ace Premio maupun Hi Ace Commuter punya kapasitas tangki bahan bakar 70 liter. Dari sisi torsi, dua varian diesel Hi Ace masih unggul dibanding Farizon SV, meski tenaga puncak keduanya relatif berimbang.

Fitur Keselamatan dan Kabin

Hi Ace Commuter dan Hi Ace Premio sudah dibekali anti-lock braking system dengan brake assist, dual SRS airbag di kursi depan, tiga point seatbelt, serta USB port di setiap baris kursi untuk mengisi ulang daya gawai penumpang. Perlengkapan itu menyasar kebutuhan angkutan penumpang jarak jauh yang menuntut kenyamanan dasar.

Farizon SV membawa sejumlah kebaruan fungsi. Desain tanpa pilar B memudahkan akses masuk-keluar penumpang, sementara pintu belakang tipe barn door mempermudah proses bongkar-muat barang. Van listrik ini juga dilengkapi panel headunit 12 inci dengan Android Auto dan Apple CarPlay, electronic parking brake dengan auto hold, ABS dengan EBD atau CBC, TPMS untuk memantau tekanan ban, automatic door locking, hingga paket ADAS dengan 30 fitur keselamatan.

Harga dan Posisi di Pasar

Dari sisi harga, Toyota Hi Ace Commuter dibanderol Rp 575.400.000 dan Hi Ace Premio Rp 678.800.000. Farizon SV dipasarkan Rp 725 juta, berada di atas kedua varian Hi Ace.

  • Toyota Hi Ace Commuter: Rp 575.400.000
  • Toyota Hi Ace Premio: Rp 678.800.000
  • Farizon SV: Rp 725 juta

Selisih harga itu menjadi pertimbangan tersendiri bagi operator travel dan shuttle yang biasanya menghitung biaya operasional jangka panjang. Farizon SV menawarkan penghematan bahan bakar lewat tenaga listrik, tapi harga awalnya lebih tinggi dari Hi Ace Commuter maupun Premio.

Peluang Farizon SV di Pasar Travel dan Pariwisata

Farizon SV menyasar ceruk pasar travel, shuttle antar kota, dan kendaraan pariwisata yang mulai melirik armada listrik. Distribusi 140 unit dalam empat bulan menunjukkan produk ini belum menyentuh skala volume Hi Ace, tetapi kehadirannya menambah pilihan bagi operator yang ingin beralih ke kendaraan tanpa emisi.

Dominasi Hi Ace saat ini bertumpu pada jaringan layanan luas, ketersediaan suku cadang, dan kepercayaan operator yang sudah terbangun lama. Farizon SV perlu membuktikan ketahanan baterai, kemudahan servis, dan biaya perawatan sebelum bisa mengejar angka penjualan Hi Ace di pasar niaga Indonesia.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks