Pencarian

Gen Z Didorong Aksi Nyata, 50 Mahasiswa Universitas Udayana Tanam Mangrove di Tahura Ngurah Rai Bali

Kamis, 03 September 2026 • 20:56:01 WIB
Gen Z Didorong Aksi Nyata, 50 Mahasiswa Universitas Udayana Tanam Mangrove di Tahura Ngurah Rai Bali
Mencuci bersih lumpur mangrove, 50 mahasiswa Universitas Udayana menanam bibit di kawasan konservasi Tahura Ngurah Rai, Bali.

Pegiat lingkungan I Komang Triska Ananda Dilivianugraha Priantara yang akrab disapa Ananda menilai kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan sebenarnya tinggi. Hanya saja, stigma yang melekat kerap mengerdilkan peran mereka. Ia mencontohkan anggapan yang menyebut Gen Z sebagai generasi strawberry: lembek, mudah menyerah, dan instant.

"Selama ini generasi Z sering dikesalkan dengan sebutan generasi strawberry yang dianggap lembek dan instan. Padahal, sebenarnya generasi ini justru sangat sadar dan peduli terhadap isu lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

Simpati di Medsos Tidak Cukup, Butuh Keterlibatan Langsung

Menurut Ananda, kesadaran Gen Z terhadap lingkungan banyak terbentuk dari paparan media sosial. Namun tantangan terbesarnya adalah mengubah rasa simpati menjadi empati yang disertai aksi. Simpati, kata dia, sebatas rasa kasihan, sedangkan empati menuntut keberanian untuk terlibat langsung.

"Anak-anak muda yang sudah peduli ini membutuhkan wadah yang konkret. Oleh karena itu, kolaborasi pentaheliks seperti yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama para ahli dari Universitas Udayana ini menjadi wujud keberlanjutan yang nyata," tuturnya.

Langkah BLDF mengajak mahasiswa turun ke kawasan konservasi Tahura Ngurah Rai dinilai sebagai pintu masuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak muda. Bukan sekadar seremonial menanam pohon, tetapi menumbuhkan tanggung jawab jangka panjang terhadap ekosistem pesisir.

Menanam Mangrove, Menumbuhkan Rasa Memiliki ala 'Taksu' Bali

Bagi Ananda, pengalaman menanam mangrove lima tahun lalu mengajarkan pentingnya ikatan emosional dengan lokasi konservasi. Ia mengibaratkan kegiatan ini seperti menanam "taksu" atau ari-ari, sehingga muncul rasa memiliki

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks