GIANYAR — Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar resmi membuka kegiatan Taman Nusantara Tahun 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang, Senin (3/8). Program yang berlangsung lima hari ini tidak hanya menyasar penguatan toleransi antarumat beragama, tetapi juga membekali pelajar dengan wawasan kebangsaan dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Pembukaan acara dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia. Turut hadir jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar yang menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmonisasi masyarakat.
Materi Bela Negara hingga Pencegahan Narkoba
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan menerima materi dari narasumber lintas sektor. FKUB, Kodim, Polres, akademisi, BNN, hingga psikolog dijadwalkan mengisi sesi yang mencakup sejarah perkembangan agama di Gianyar, wawasan kebangsaan, pembinaan karakter, serta penguatan toleransi.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Gusti Putu Ngurah Adnyana, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemkab untuk mengintegrasikan pembentukan watak bangsa dalam sistem pendidikan.
“Melalui Taman Nusantara, kami ingin membangun generasi muda yang memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Adnyana.
Perbedaan Agama, Satu Tujuan Kehidupan Damai
Pasek Lanang Sadia mengibaratkan keberagaman Indonesia seperti lukisan indah yang tersusun dari bermacam warna. Ia mengapresiasi kehidupan masyarakat Gianyar yang selama ini dinilai sangat harmonis berkat sinergi para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.
“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi,” tegasnya.
Pelajar Diminta Jadi Agen Kerukunan di Sekolah
Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh siswa peserta untuk menjadi pelopor dan agen kerukunan, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dapat ditularkan kepada teman sebaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab Gianyar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga karakter dan ketahanan mental. Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh kecamatan di Gianyar.