BULELENG — Pengkab Wushu Indonesia (WI) Buleleng membawa 40 atlet ke Kejuaraan Bupati Badung Cup Bali Wushu Tournament 2026. Ajang yang digelar di GOR Purna Krida Badung selama 11-14 September 2026 itu dipakai untuk mengukur kesiapan sekaligus menjaring atlet potensial menuju Porprov Bali 2027.
Dari jumlah tersebut, atlet Buleleng ambil bagian pada 22 nomor Sanda (tarung) dan 20 nomor Taolu (seni). Komposisinya tidak hanya diisi atlet senior, tetapi juga sejumlah atlet junior yang sengaja diberi ruang bertanding.
Regenerasi Jadi Alasan di Balik Komposisi Atlet
Keikutsertaan di Badung Cup bukan semata soal mengejar medali. Wushu Buleleng menjadikan turnamen ini bagian dari program pembinaan berkelanjutan, dengan porsi besar diberikan kepada atlet muda agar merasakan atmosfer kompetisi.
Ketua Umum Wushu Buleleng, Gede Sedana Anjaya, menyebut ajang ini sebagai tahap pengukuran kemampuan setelah proses latihan dan pembinaan berjalan.
"Kejuaraan ini menjadi ajang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus sebagai bagian dari proses seleksi menuju Porprov Bali 2027. Kami juga menurunkan cukup banyak atlet junior sebagai bagian dari langkah regenerasi," ujar Gede Sedana Anjaya.
Pengalaman Bertanding Dinilai Sama Pentingnya dengan Teknik
Menurut Gede Sedana Anjaya, pengalaman bertanding menjadi modal penting bagi atlet muda. Aspek yang diasah bukan hanya teknik, tetapi juga mental dan kemampuan menghadapi tekanan dalam pertandingan.
"Dengan menurunkan komposisi atlet senior dan junior, kami berharap mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai potensi atlet yang nantinya dipersiapkan memperkuat Buleleng di ajang Porprov Bali 2027," pungkasnya.
Evaluasi Jadi Bahan Perbaikan Sebelum Porprov 2027
Bupati Badung Cup 2026 diposisikan sebagai pemanasan sebelum persaingan yang lebih besar. Para atlet dituntut tampil maksimal, sekaligus menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.
Bagi Wushu Buleleng, regenerasi menjadi investasi jangka panjang. Atlet junior yang kini mendapat kesempatan bertanding diharapkan berkembang dan menjadi tulang punggung prestasi Buleleng pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.