DENPASAR — Ambisi Bali di pentas olahraga nasional kian tinggi. Tak hanya mempertahankan posisi tujuh besar, Pulau Dewata kini membidik peringkat lima besar pada PON 2028. Target tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Rakerprov KONI Bali 2026 yang digelar di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.
Evaluasi Anggaran dan Sinkronisasi Cabor
Ketua KONI Bali Nyoman Giri Prasta menegaskan seluruh program kerja, termasuk pengelolaan anggaran, telah dievaluasi sesuai arahan Gubernur. Ia memastikan setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Kami siap mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan anggaran. Seribu rupiah pun kami siap mempertanggungjawabkannya dan tentu ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang akan kami evaluasi,” tegas Giri Prasta.
Selain anggaran, KONI Bali juga menyelesaikan sinkronisasi cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat nasional dengan kondisi organisasi olahraga di daerah. Beberapa persoalan kepengurusan cabor telah diselesaikan melalui komunikasi langsung dengan pengurus pusat. “Astungkara, proses sinkronisasi itu sudah kami selesaikan,” ujarnya.
Kolam Renang Internasional di Gianyar dan Porprov 2027
Dalam rapat tersebut, Giri Prasta juga menyinggung rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional di Kabupaten Gianyar. KONI Bali disebut hanya memfasilitasi koordinasi dengan tim Akuatik Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia agar fasilitas tersebut memenuhi standar internasional. Saat ini, baru kolam renang di Kabupaten Buleleng yang telah memenuhi standar tersebut.
Menjelang Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng, KONI Bali telah menggelar koordinasi awal dengan seluruh pemangku kepentingan. Seluruh kabupaten/kota, khususnya daerah penyangga, diminta memberikan dukungan penuh demi suksesnya penyelenggaraan.
“Kami sudah sepakati kabupaten penyangga wajib memback up Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah, dan hal itu sudah kami laporkan kepada Bapak Gubernur serta telah mendapat persetujuan,” kata Giri Prasta.
Gubernur Minta Pemetaan Cabor Unggulan
Gubernur Bali Wayan Koster menilai Rakerprov ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa, Bali telah mampu bersaing dengan provinsi-provinsi besar. Namun, prestasi tersebut harus terus ditingkatkan.
“Kita harus mampu mempertahankan posisi Bali di tujuh besar nasional, bahkan kalau memungkinkan meningkat menjadi lima besar. Untuk itu, petakan cabang olahraga yang memang menjadi kekuatan atau nature Bali,” tegas Koster.
Ia meminta KONI Bali lebih fokus memetakan cabang olahraga unggulan dan atlet-atlet potensial peraih medali. Porprov harus menjadi wadah pembinaan yang efektif sebagai batu loncatan menuju PON. “Tunjukkan jiwa patriot untuk mempersembahkan yang terbaik. Saya sangat mendukung olahraga,” ucap Koster yang disambut tawa peserta.
Koster memastikan Pemerintah Provinsi Bali akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, baik melalui APBD maupun dengan mencari sumber pendanaan alternatif. “Silakan berembuk. Apa pun hasilnya, saya akan mendukung apapun yang diputuskan,” tandasnya.