Pencarian

Bunda PAUD Bangli Dorong Layanan Anak Usia Dini Tak Lagi Parsial, Satukan Pendidikan hingga Gizi Lewat PAUD-HI

Kamis, 13 Agustus 2026 • 20:03:32 WIB
Bunda PAUD Bangli Dorong Layanan Anak Usia Dini Tak Lagi Parsial, Satukan Pendidikan hingga Gizi Lewat PAUD-HI
Bunda PAUD Bangli menegaskan pentingnya layanan pendidikan, gizi, dan kesehatan yang terintegrasi melalui konsep PAUD-HI bagi anak usia dini.

BANGLI — Masa emas tumbuh kembang anak tidak akan terulang. Jika layanan pendidikan, gizi, dan kesehatan berjalan terpisah-pisah, potensi generasi penerus bisa tumpul sebelum berkembang. Sariasih menegaskan konsep PAUD-HI menjawab persoalan itu dengan memastikan setiap anak mendapat haknya secara utuh, bukan hanya sekadar bisa membaca atau berhitung.

"Anak usia dini adalah masa emas yang tidak akan terulang kembali. Melalui konsep PAUD-HI, kita diajak memberikan layanan yang menyeluruh, mencakup pendidikan, gizi, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak," tegas Sariasih di hadapan para pendidik dan pemangku kebijakan.

Bunda PAUD di Desa Jadi Jembatan Kebijakan dan Aksi Nyata

Sariasih menempatkan posisi Bunda PAUD di tingkat kecamatan hingga desa sebagai garda terdepan. Mereka tidak sekadar pendamping kegiatan belajar-mengajar, melainkan penggerak kolaborasi program yang menyentuh langsung kehidupan anak dan keluarga.

"Ibu-ibu sekalian adalah jembatan yang menghubungkan kebijakan dengan aksi nyata," ujarnya.

Para Bunda PAUD didorong untuk mengintegrasikan layanan yang sudah tersebar di masyarakat, seperti Satuan PAUD, Posyandu, dan Bina Keluarga Balita (BKB). Program pencegahan stunting di tingkat desa juga disebut harus masuk dalam skema kerja sama ini, bukan berjalan sendiri.

Dana Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Tumbuh Kembang Anak

Persoalan pendanaan menjadi salah satu sorotan dalam sosialisasi ini. Sariasih menilai pemanfaatan potensi desa, termasuk dukungan Dana Desa, sangat penting untuk memastikan program tumbuh kembang anak berjalan berkelanjutan. Tanpa anggaran yang jelas, program yang baik hanya akan berhenti sebagai wacana.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali melalui sambutan yang dibacakan Pengawas Ahli Madya, Sang Kompyang Arda, menekankan bahwa pengembangan potensi anak tidak bisa bertumpu pada aspek akademik semata. Anak-anak membutuhkan gizi yang baik agar bebas dari stunting, perlindungan dari kekerasan, dan pengasuhan penuh kasih sayang.

"Anak-anak tidak hanya butuh pintar membaca atau berhitung, tetapi juga memerlukan gizi yang baik agar bebas dari stunting, perlindungan dari kekerasan, pengasuhan penuh kasih sayang, dan jaminan kesehatan. Itulah inti dari PAUD Holistik Integratif," ungkapnya.

Selaras dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Kebijakan PAUD-HI di Kabupaten Bangli tidak berdiri sendiri. Program ini sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Fokusnya membangun sumber daya manusia yang unggul tanpa meninggalkan akar adat dan budaya Bali.

Sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini diharapkan menjadi gerakan bersama di lapangan. Keberhasilan PAUD-HI diukur dari kemampuan semua pihak bekerja sama, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, hingga masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bangli terus mendorong terbangunnya ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh. Dengan layanan yang terintegrasi, persoalan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dapat ditangani secara lebih terpadu dan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks