Pencarian

Beijing Bangun Kota Masa Depan Rp 120 Miliar Yuan, Robot Humanoid Dilatih Seperti Sekolah

Minggu, 27 September 2026 • 11:56:31 WIB
Beijing Bangun Kota Masa Depan Rp 120 Miliar Yuan, Robot Humanoid Dilatih Seperti Sekolah
Beijing Municipal Administrative Center dibangun di Distrik Tongzhou dengan investasi awal 120 miliar Yuan.

BALI — Pemerintah China menuntaskan pembangunan Beijing Municipal Administrative Center (BMC) di Distrik Tongzhou dengan investasi awal 120 miliar Yuan, bagian dari strategi terpadu Beijing-Tianjin-Hebei. Kawasan seluas 155 kilometer persegi ini dibangun dengan standar green building bintang 3, 100 persen energi angin dan surya, serta transportasi wajib subway. Proyek ini menunjukkan bagaimana China merencanakan kota untuk puluhan tahun ke depan, bukan sekadar membangun gedung baru.

Kedutaan Besar China untuk Indonesia mengundang sejumlah pemimpin redaksi media nasional menyusuri Beijing dan Shanghai selama tujuh hari pada pertengahan September 2026. Beijing dipilih sebagai pusat administrasi, politik, dan kebudayaan, sementara Shanghai menjadi jantung ekonomi dan perdagangan modern.

Perubahan Beijing dalam satu dekade terakhir terlihat dari wajah kotanya. Gedung menjulang lebih tinggi, jalan lebih lebar, dan tata kota lebih rapi. Namun yang paling mengubah pandangan bukan kemewahan yang tampak mata, melainkan keteguhan arah pembangunan yang direncanakan matang dan diwujudkan bertahap.

Dari Kawasan Kumuh ke Pusat Administrasi Kota

Di Distrik Tongzhou, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Beijing, pemerintah China membangun Beijing Municipal Administrative Center (BMC). Kawasan ini dulunya dikenal sebagai area kumuh, tempat pembuangan sampah, dan titik macet.

Pembangunan dimulai pada 2016 sebagai bagian strategi terpadu Kawasan Beijing-Tianjin-Hebei. Tujuannya meringankan beban fungsi non-ibukota yang sebelumnya menumpuk di kawasan pusat. BMC dibangun dengan luas 155 kilometer persegi atau enam kali luas Jakarta Pusat, dan menelan investasi awal 120 miliar Yuan.

Aturan pembangunannya ketat. Semua gedung wajib berstandar green building bintang 3 atau standar tertinggi China. Pasokan energi 100 persen berasal dari angin dan surya, dan transportasi di dalam kawasan wajib menggunakan subway.

BMC mengusung tema kota masa depan yang hijau, rendah karbon, cerdas, dan layak huni. Sebagian kawasan sudah berfungsi, mulai dari layanan publik, area wisata, Universal Studio, hingga klaster ekonomi digital dan keuangan modern. Akhir tahun 2026 ini, BMC ditargetkan tuntas dan pihak pengelola memastikan semua berjalan sesuai perencanaan.

Perpustakaan Terbesar Dunia di Tengah Taman Lvxun

Dua kilometer dari pusat kota baru tersebut berdiri Beijing City Library. Dari luar, bangunannya lebih mirip pusat perbelanjaan atau gedung seni kelas dunia ketimbang perpustakaan.

Dinding kaca setinggi 30 meter dan 200 pilar putih menjulang seperti batang bambu raksasa menyambut pengunjung. Atapnya berbentuk daun ginkgo berlubang-lubang, membuat cahaya matahari tumpah seperti di hutan pagi. Bangunan ini dirancang arsitek Snohetta dari Norwegia, yang juga merancang Opera House Oslo.

Mengusung konsep Hutan Pengetahuan, ruang baca dirancang nyaman untuk siapa saja. Sistem peminjaman dan pengembalian buku sepenuhnya mandiri. Setiap meja belajar dilengkapi colokan listrik dan akses internet, dengan koleksi mencakup karya pemenang penghargaan dari berbagai bidang ilmu.

Berlokasi di kawasan Taman Lvxun, perpustakaan ini buka setiap hari pukul 10.00 hingga 20.00, kecuali Senin. Dengan koleksi 8 juta buku dan ruang baca seluas 42.000 meter persegi, Beijing City Library tercatat di Guinness World Record sebagai perpustakaan terbesar di dunia.

Sistem perpustakaan di seluruh Beijing sudah terintegrasi. Peminjam tidak harus kembali ke perpustakaan awal tempat ia meminjam, cukup mengembalikan buku ke perpustakaan yang terkoneksi. Kehadiran bangunan ini menyampaikan pesan jelas: gedung paling megah di kota ini bukan pusat belanja, melainkan tempat untuk belajar.

Robot Humanoid Belajar Seperti Bersekolah

Di kawasan Shijingshan, bagian barat Beijing, berdiri Humanoid Robot Data Training Center. Di pusat pelatihan ini, robot-robot tidak sekadar diprogram untuk melakukan tugas, mereka benar-benar dilatih seolah sedang bersekolah.

Robot-robot itu berlatih mengambil benda, menggenggamnya, memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain, merapikan tempat tidur, hingga menuangkan air dari teko ke gelas. Gerakan yang bagi manusia selesai dalam hitungan detik itu menjadi proses pembelajaran panjang bagi robot.

Pusat pelatihan ini memperlihatkan arah pengembangan kecerdasan buatan China yang tidak berhenti di laboratorium. Teknologi AI sudah masuk sampai ke ladang dan kolam ikan, memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan diterapkan di sektor-sektor produktif sehari-hari.

Mengapa Perjalanan Ini Penting bagi Indonesia

Kunjungan tujuh hari ini memperlihatkan bagaimana China membangun fondasi kemajuannya secara konsisten. Perencanaan kota disiapkan untuk puluhan tahun ke depan, industri bertekad menguasai teknologi dari akarnya, dan AI dimanfaatkan hingga level paling dasar.

Bagi pelaku bisnis digital dan pembuat kebijakan di Indonesia, model pembangunan BMC menawarkan pelajaran soal perencanaan jangka panjang. Integrasi transportasi publik, standar bangunan hijau, dan kawasan ekonomi terpadu menjadi satu paket kebijakan, bukan proyek terpisah-pisah.

Sementara itu, Humanoid Robot Data Training Center menunjukkan bahwa pengembangan AI membutuhkan infrastruktur data dan pelatihan berskala besar. Investasi pada pusat data dan talenta menjadi prasyarat jika Indonesia ingin bersaing di sektor ini.

Beijing dan Shanghai menjadi cermin bagaimana sebuah bangsa berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa menyiapkan masa depannya. Masa depan di sana tidak dibiarkan terjadi begitu saja, melainkan direncanakan, diperjuangkan bertahap, dan diwujudkan dengan konsisten.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks