Pencarian

Prof. Dewa Cipta Resmi Dilantik sebagai Direktur PNB 2026–2030, Bawa Visi Kampus Vokasi Berdaya Saing Global

Selasa, 08 September 2026 • 16:47:02 WIB
Prof. Dewa Cipta Resmi Dilantik sebagai Direktur PNB 2026–2030, Bawa Visi Kampus Vokasi Berdaya Saing Global
Prof. I Dewa Made Cipta Santosa resmi dilantik sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali periode 2026–2030 secara hybrid dari Kampus Jimbaran, Selasa (8/9/2026).

MANGUPURA — Estafet kepemimpinan Politeknik Negeri Bali (PNB) resmi berganti. Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D. dilantik sebagai Direktur PNB periode 2026–2030, menggantikan I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.

Pelantikan yang digelar Selasa (8/9/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian Pelantikan Pejabat serta Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan PPPK di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Prosesi berlangsung secara hybrid — di tingkat kementerian berlangsung di Jakarta, sementara PNB mengikuti secara daring dari Kampus Jimbaran, Bali.

Skema hybrid dipilih menyusul gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta. Meski demikian, penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memorandum akhir jabatan tetap dilaksanakan sebagai penanda dimulainya periode kepemimpinan baru.

Visi Baru: Riset Terapan yang Menjawab Masalah Industri

Prof. Dewa Cipta menegaskan, periode 2026–2030 akan diarahkan untuk membawa PNB menjadi perguruan tinggi vokasi yang semakin unggul dan memiliki daya saing global. Fokusnya mencakup penguatan kualitas sistem pembelajaran, pengembangan riset terapan yang berdampak, serta perluasan kontribusi PNB kepada masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin PNB selama empat tahun ke depan. Mari bersama-sama kita buat PNB semakin maju dan berdampak bagi masyarakat yang lebih luas,” ungkap Prof. Dewa Cipta.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Riset dan inovasi terapan harus diarahkan agar mampu menjawab persoalan nyata dan menghasilkan solusi yang dibutuhkan masyarakat.

Pesan Sekjen Kemdiktisaintek: Kepemimpinan Tangkas dan Berorientasi Hasil

Sekjen Kemdiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco menegaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Untuk pendidikan vokasi, keterhubungan dengan dunia industri dan dunia usaha menjadi semakin penting, termasuk melalui penguatan inovasi terapan.

Menurutnya, kepemimpinan perguruan tinggi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui tata kelola yang baik, penguatan talenta, serta inovasi yang memberikan manfaat. Ia menitipkan pesan agar para pemimpin perguruan tinggi yang baru dilantik mampu menghadirkan kepemimpinan yang tangkas, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.

Jejak Kepemimpinan Sebelumnya dan Target ke Depan

Direktur PNB sebelumnya, I Nyoman Abdi, menyambut pergantian kepemimpinan ini sebagai momentum untuk membawa PNB ke level yang lebih tinggi. Berbagai capaian yang telah diraih selama masa kepemimpinannya diharapkan dapat dilanjutkan sekaligus dikembangkan melalui visi dan misi baru.

“Selamat mengemban tugas Prof. Dewa Cipta, semoga dengan semangat kepemimpinan yang baru dapat membawa PNB semakin maju, menjadi Kampus Vokasi yang tangguh dan adaptif, meraih lebih banyak prestasi lewat berbagai inovasi unggulan sehingga PNB dapat memberikan banyak manfaat untuk Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Pergantian direktur ini menjadi titik awal bagi PNB untuk memperkuat identitasnya sebagai kampus vokasi yang dekat dengan kebutuhan industri sekaligus memiliki kontribusi lebih besar bagi pembangunan. Empat tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk membuktikan apakah visi kampus vokasi berdaya saing global tersebut mampu diterjemahkan menjadi program, inovasi, kolaborasi, dan lulusan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks