DENPASAR — Kerja sama ini dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan pondasi untuk program berkelanjutan. Dalam pertemuan lanjutan, kedua pihak menyepakati perluasan ruang lingkup, termasuk kolaborasi antarkampus di Bali dan Yunnan, program beasiswa, serta peluang teknologi pertanian dan akses pasar.
Program "Heart to Heart, Yunnan Journey" Masuk Fase Ketiga
Ms. Wang Yu menjelaskan, sejak 2024 program "Menghubungkan Hati: Perjalanan Yunnan" telah berjalan di Indonesia dengan fokus donasi bibit padi organik, pelatihan teknologi penanaman, dan pengembangan infrastruktur pariwisata pedesaan.
Selama dua tahun terakhir, lebih dari 1.000 orang menerima manfaat program ini dengan peningkatan pendapatan tahunan rata-rata di atas 20 persen. Proyek tersebut juga menciptakan model bisnis baru seperti "kafe pedesaan" dan pengalaman pertanian, yang mendorong transformasi dari produksi tanaman tunggal menjadi ekowisata.
119 Kota Kembar dan 187 Proyek Kesejahteraan
Dalam sambutannya, Ms. Wang menyebut Asosiasi Rakyat Provinsi Yunnan untuk Persahabatan dengan Negara Asing telah memfasilitasi pembentukan 119 hubungan kota kembar antara Yunnan dan 39 negara. Selama empat tahun terakhir, pihaknya juga menyelenggarakan 187 proyek kesejahteraan masyarakat "Perjalanan Yunnan dari Hati ke Hati" di 24 negara.
"Proyek ini bermanfaat bagi hampir 4,6 juta orang di negara-negara tetangga," ujarnya. Ia menambahkan, fase ketiga proyek yang diluncurkan hari ini merupakan peningkatan bertahap menuju transformasi energi baru.
Agenda Tindak Lanjut: Kopi Modern hingga Beasiswa
Setelah penandatanganan, kedua belah pihak sepakat menindaklanjuti sejumlah program konkret. Di bidang pertanian, PPIT Bali telah mengirim pengurus untuk mengikuti seminar dan kunjungan ke perkebunan kopi modern serta manajemen agribisnis pada September 2026.
Di sektor pendidikan, PPIT Bali akan berkolaborasi dengan kampus di Bali, khususnya fakultas pertanian dan pariwisata, bersama universitas di Yunnan. Program beasiswa juga masuk dalam agenda. Sementara di bidang bisnis, pembahasan mencakup peluang teknologi pertanian, mesin pertanian digital, dan akses pasar.
Ms. Wang Yu mengaku terkesan dengan ketekunan masyarakat Bali dan yakin kolaborasi ini akan mendekatkan harapan untuk program pertanian dan fasilitas penerangan ramah energi. "Semoga persahabatan yang mendalam antara Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali berlangsung selamanya," harapnya.