Pencarian

Menteri P2MI Resmikan Warmadewa Migrant Center di Denpasar, 20 CPMI Mulai Dilatih

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 11:47:31 WIB
Menteri P2MI Resmikan Warmadewa Migrant Center di Denpasar, 20 CPMI Mulai Dilatih
Menteri P2MI bersama Rektor Unwar menandatangani MoU kerja sama penyiapan SDM pekerja migran di Denpasar.

DENPASAR — Universitas Warmadewa (Unwar) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang bersaing di pasar kerja internasional. Penandatanganan MoU dilakukan Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit bersama Menteri P2MI Drs. H. Mukhtarudin.

Sementara PKS diteken Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Unwar Prof. Dr. I Nyoman Sujana bersama Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto. Rangkaian acara itu sekaligus meresmikan Warmadewa Migrant Center.

20 CPMI Ikut Pelatihan hingga 10 November 2026

Warmadewa Migrant Center langsung menjalankan Program Peningkatan Kapasitas CPMI yang diikuti 20 peserta. Kegiatan berlangsung sejak 28 September hingga 10 November 2026 dengan dosen-dosen Unwar bertindak sebagai tutor.

Lewat program itu, kampus tidak hanya membekali kompetensi teknis. Peserta juga mendapat pemahaman soal migrasi kerja yang aman dan terlindungi.

"Bagi Universitas Warmadewa, kerja sama ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja internasional," ujar Prof. Pandit.

Unwar Punya 14.460 Mahasiswa dan Akreditasi Unggul

Unwar saat ini menaungi 14.460 mahasiswa yang tersebar di 8 fakultas dan 30 program studi. Perguruan tinggi swasta itu telah meraih akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT.

Prof. Pandit berharap keberadaan Migrant Center membuka peluang lebih luas bagi lulusan dan alumni Unwar mengisi kebutuhan tenaga kerja migran di berbagai negara.

"Ke depan, kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para CPMI, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan dan alumni Universitas Warmadewa untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja migran di berbagai negara," katanya.

Kerja sama tersebut turut memperkuat relevansi lulusan, jejaring internasional, serta pemenuhan tuntutan akreditasi institusi maupun program studi.

Menteri Targetkan 1.000 Peserta pada 2027

Menteri P2MI Mukhtarudin menyebut kunjungannya ke Unwar sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia. Selain MoU dan PKS, kunjungan itu dirangkai dengan program SMK Go Global.

Menurut Mukhtarudin, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi penting untuk mendorong pekerja migran naik kelas dari keterampilan rendah ke menengah dan tinggi.

"Ini bagian daripada kita menciptakan ekosistem dalam rangka peningkatan kapasitas pekerja migran. Kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pekerja migran kita, yang dari low skill menuju ke medium dan high skill," ujarnya.

Pemerintah, kata dia, membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, serta lembaga pelatihan swasta. Ia pun mengapresiasi Unwar karena kerja sama itu langsung diikuti aktivitas peningkatan kapasitas CPMI.

"Sekali datang, tiga pulau terlewati. Yang pertama MoU, yang kedua PKS, dan yang ketiga tidak kalah penting adalah peresmian Migrant Center. Sudah melaksanakan juga program SMK Go Global untuk batch pertama," katanya.

Jumlah peserta yang masih terbatas tidak menjadi persoalan karena program baru memasuki tahap awal. Mukhtarudin membuka peluang peningkatan jumlah peserta pada 2027.

"Ke depan saya mempersiapkan seribu atau lebih untuk tahun 2027 untuk Warmadewa ataupun lembaga-lembaga yang lain," katanya.

Bekerja ke Luar Negeri Lewat Jalur Resmi

Mukhtarudin mengajak masyarakat melihat bekerja di luar negeri sebagai pilihan pekerjaan yang terhormat, selama ditempuh melalui mekanisme resmi dan prosedural. Aspek prosedural berkaitan langsung dengan pelindungan negara terhadap pekerja migran.

Keberadaan Migrant Center di Unwar dinilai strategis untuk memperluas akses informasi, edukasi, pembekalan, dan peningkatan kompetensi bagi mahasiswa, alumni, maupun masyarakat.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kilasbali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks