BANGLI — Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Bangli bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah jenjang SMP menggandeng Mafindo Bali untuk membekali pendidik dengan literasi kecerdasan artifisial. Kegiatan berlangsung di Aula SMP Negeri 5 Bangli dengan total 120 guru peserta selama dua hari pelaksanaan.
Pelatihan ini menyasar guru SMP dari seluruh wilayah Bangli. Setiap hari kegiatan diikuti 60 guru, dengan fokus meningkatkan pemahaman pemanfaatan teknologi secara cerdas, bijak, dan berdampak dalam dunia pendidikan.
Materi Pelatihan: Etika AI hingga Pengelolaan Prompt
Trainer AI Mafindo Bali, I Made Indra Wijaya dan Lidwina Hana, menyampaikan sejumlah materi inti. Pembahasan mencakup dampak AI dalam dunia pendidikan, etika penggunaan AI, serta pengelolaan prompt untuk menghasilkan keluaran yang lebih optimal.
Para guru juga mendapatkan praktik langsung pemanfaatan AI untuk mendukung kreativitas pembelajaran, pengelolaan kelas, hingga membantu pekerjaan administrasi dan tugas harian pendidik.
Mengapa Guru Perlu Paham AI
Ketua Mafindo Bali, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, menyebut kolaborasi dengan Pemkab Bangli sebagai wujud komitmen membekali pendidik dengan literasi AI yang fundamental.
"Kolaborasi bersama Pemkab Bangli ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam membekali para pendidik dengan literasi AI yang fundamental. Kami berharap guru-guru di Bangli dapat memanfaatkan teknologi ini secara cerdas, bijak, dan berdampak untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif," ujarnya.
Wagub Bangli: AI Bukan Pengganti Peran Guru
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, menyambut baik pelaksanaan program AI Goes to School. Ia menilai pemahaman mengenai AI penting agar guru dapat mendampingi siswa dalam memahami dan mengaplikasikan teknologi tersebut di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan AI bukan pengganti peran guru, melainkan teknologi yang perlu dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan untuk memperkuat proses pembelajaran.
Dukungan AVPN dan Google.org
Program AI Goes to School Mafindo mendapat dukungan Asian Venture Philanthropy Network atau AVPN dan Google.org. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Bangli, Ketua MKKS jenjang SMP Kabupaten Bangli, serta Kepala SMP Negeri 5 Bangli.
Melalui kolaborasi Mafindo Bali, Pemkab Bangli, dan pihak sekolah, pelatihan ini diharapkan memperkuat kesiapan pendidik menghadapi perkembangan teknologi AI sekaligus mendorong pembelajaran yang adaptif dan inovatif.