Pencarian

Damkartan Karangasem Hanya Punya 1 Setel Jaket Tahan Api, 44 Personel Jaga 16 Pos Ideal

Jumat, 18 September 2026 • 09:17:31 WIB
Damkartan Karangasem Hanya Punya 1 Setel Jaket Tahan Api, 44 Personel Jaga 16 Pos Ideal

KARANGASEM — Keterbatasan perlengkapan keselamatan di Damkartan Karangasem terungkap dari data yang disampaikan Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Arta Negara. Selain satu setel jaket tahan api, perlengkapan lain yang tersedia hanya 24 setel baju tahan panas, 23 pasang sepatu pemadam, 16 unit alat pemadam api ringan (APAR), dan 50 helm pemadam.

Jumlah itu dinilai belum sebanding dengan risiko pekerjaan petugas pemadam kebakaran. Alat pelindung diri menjadi penunjang utama keselamatan personel saat bertugas di lapangan.

Empat Mobil Pemadam untuk Seluruh Wilayah Karangasem

Armada yang dimiliki Damkartan Karangasem saat ini terdiri dari empat unit mobil pemadam kebakaran, tiga mobil tangki, dan satu mobil rescue. Seluruh operasional itu didukung 44 personel.

Menurut Arta, dengan armada yang ada, setidaknya dibutuhkan sekitar 104 personel. Kekurangan personel membuat pengembangan pos pemadam di sejumlah wilayah belum bisa dilakukan secara optimal.

Penambahan pos, katanya, tetap membutuhkan dukungan personel agar setiap armada dapat dioperasikan maksimal.

Ketika Tiga Laporan Kebakaran Masuk Hampir Bersamaan

Kondisi itu sempat teruji beberapa waktu lalu. Saat sebagian personel dan armada dikerahkan menangani kebakaran lahan di wilayah Kubu, tiga laporan kebakaran dari lokasi berbeda masuk hampir bersamaan.

Petugas pun harus membagi kekuatan yang tersedia. Respons terhadap laporan kebakaran menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kejadian berlangsung di wilayah yang berbeda.

Armada yang berada di Pos Selat bahkan harus ditarik untuk membantu penanganan kebakaran lahan di Kubu. Hingga kini baru dua pos yang tersedia, yakni Pos Selat dan Pos Kota.

Butuh 16 Pos dalam Lima Sektor, Baru Dua yang Berdiri

Berdasarkan perencanaan yang dimiliki, Karangasem membutuhkan 16 pos pemadam kebakaran yang dibagi dalam lima sektor untuk menjangkau seluruh wilayah. Jumlah personel idealnya sekitar 600 orang.

"Kalau bicara ideal, harusnya ada 16 pos yang terbagi menjadi lima sektor, dengan jumlah personel sekitar 600 orang," ujar Arta Negara saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).

Realisasi rencana tersebut masih bergantung pada ketersediaan personel dan kemampuan keuangan daerah. Pengusulan kebutuhan personel dilakukan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dengan mekanisme perekrutan mengikuti kebijakan pemerintah daerah.

"Sepanjang ada penambahan personel, mungkin kita bisa atur," kata Arta.

Target Respons Lima Menit Bergantung pada Jarak Pos

Pengembangan pos berkaitan langsung dengan target waktu respons petugas menuju lokasi kejadian. Semakin dekat pos dengan wilayah rawan kebakaran, semakin memungkinkan penanganan diberikan lebih cepat.

Arta menyebut penambahan personel maupun sarana dan prasarana perlu dilakukan secara bertahap. Dengan dukungan tersebut, pengembangan pos pemadam di sejumlah wilayah Karangasem diharapkan dapat direalisasikan.

"Harapan kami tentu penambahan personel dan sarana prasarana dapat dilakukan secara bertahap sehingga rencana pengembangan pos pemadam di sejumlah wilayah Karangasem bisa direalisasikan untuk mencapai target lima menit penanganan ke lokasi kejadian," tandasnya.

Kondisi Damkartan Karangasem menunjukkan penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada keberadaan mobil pemadam. Ketersediaan personel, pos pelayanan, perlengkapan keselamatan, dan dukungan anggaran saling berkaitan dalam membangun sistem respons kebakaran yang mampu menjangkau seluruh wilayah.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: baliportalnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks