BADUNG — Sebanyak empat isu strategis menjadi perhatian utama dalam evaluasi yang dilakukan Wanita Katolik RI pada Rakornas 2026: korupsi dan pengeroposan ideologi bangsa, perempuan dan anak dalam kemiskinan struktural, lingkungan hidup dan perubahan iklim, serta isu perempuan dan perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan yang mengangkat tema "Wanita Katolik RI Terus Bergerak Membawa Harapan, Memulihkan dan Memberikan Perlindungan Bagi Perempuan dan Anak" ini mempertemukan jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) dengan pimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) WKRI dari berbagai wilayah Indonesia. Penasihat Rohani, Penasihat Organisasi DPP, serta undangan yang ditetapkan organisasi turut hadir dalam forum nasional tersebut.
Momentum Evaluasi di Tengah Periode Kepengurusan 2023–2028
Rakornas digelar pada pertengahan masa kepengurusan DPP WKRI periode 2023–2028. Forum ini meninjau kembali pelaksanaan Program Kerja Hasil Kongres XXI Tahun 2023 serta memetakan berbagai tantangan di lapangan.
Ketua Presidium DPP Wanita Katolik RI, Elly Kusumawati Handoko, menegaskan bahwa Rakornas menjadi titik penting perjalanan organisasi sebelum menghadapi Kongres XXII pada 2028.
"Rakornas memiliki arti sangat penting dalam perjalanan organisasi karena menjadi momentum untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, mengevaluasi karya dan pengabdian kami, sekaligus meneguhkan langkah menuju Kongres tahun 2028," ujar Elly.
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Prioritas Utama
Kompleksitas tantangan nasional dan global mendorong WKRI memperkuat gerakan nasional perlindungan terhadap perempuan dan anak, khususnya dari kekerasan serta perdagangan orang. Isu eksploitasi berbasis digital, krisis lingkungan, hingga integritas moral dan nilai kebangsaan juga menjadi perhatian serius organisasi.
Gerakan ini tidak hanya diarahkan pada edukasi dan pencegahan, tetapi juga pendampingan yang berpijak pada keluarga dan komunitas. Selama Rakornas, peserta mengikuti pemaparan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Komnas Perempuan.
Materi lain mencakup isu perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dibahas bersama praktisi. Agenda dilanjutkan dengan sharing program unggulan DPD, diskusi kelompok, dan rapat pleno untuk merumuskan hasil pembahasan.
Aksi Nyata: Menanam Mangrove hingga Kunjungan ke Puja Mandala
Komitmen merawat kehidupan diwujudkan dalam kegiatan lapangan. Pada Sabtu (5/9/2026), peserta melakukan penanaman mangrove di kawasan Benoa sebagai bagian dari gerakan nasional pelestarian lingkungan hidup. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan kunjungan ke Kompleks Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua untuk memperkuat pesan keberagaman dan toleransi.
WKRI memandang perlindungan terhadap perempuan dan anak, kepedulian pada lingkungan, penguatan nilai keberagaman, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya merawat kehidupan.
Target Rakornas: Rekomendasi Kebijakan hingga Persiapan Kongres 2028
Rakornas 2026 diharapkan menghasilkan langkah konkret, meliputi pencegahan dan edukasi berbasis keluarga serta komunitas, penguatan gerakan pelestarian lingkungan hidup, peningkatan nilai keberagaman, serta rekomendasi kebijakan internal dan eksternal organisasi.
Hasil pembahasan ini akan menjadi bekal bagi WKRI dalam menyongsong Kongres XXII pada 2028. Melalui forum ini, WKRI menegaskan kembali perannya sebagai pelindung kehidupan dan agen perubahan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.