MANGUPURA — Dua kepala daerah dari ujung barat dan timur Indonesia bersepakat merajut kerja sama yang lebih erat. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit di Kantor Bupati Badung, Kamis. Pertemuan itu menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan pembinaan dan pelatihan bagi warga Manggarai yang bekerja di wilayah Badung.
Pembinaan Pekerja Demi Kenyamanan Wisatawan
Bupati Adi Arnawa menekankan pentingnya pembinaan tersebut. Menurutnya, para pekerja asal Manggarai harus ikut menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di Badung yang merupakan destinasi utama pariwisata Bali.
“Sehingga nantinya citra pariwisata Bali tetap terpelihara serta wisatawan merasa aman selama berkunjung,” ujar Bupati Adi Arnawa dalam pernyataan resmi yang diterima di Mangupura.
Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dari luar daerah menjadi faktor krusial dalam industri pariwisata. Badung sebagai pusat hotel, restoran, dan tempat wisata menyerap banyak tenaga kerja dari berbagai daerah, termasuk NTT.
Mempererat Silaturahim dan Rasa Kekeluargaan
Sementara itu, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit menjelaskan bahwa kunjungannya ke Badung merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahim dan memperkuat sinergi antarpemerintah daerah. Ia mengakui, meskipun belum ada data pasti, jumlah warga Manggarai yang bekerja di Bali, khususnya di Badung, cukup signifikan.
“Ini semua dilakukan demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” kata Bupati Adi Arnawa menambahkan.
Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pembinaan tenaga kerja. Kedua daerah juga sepakat untuk bersinergi dalam bidang pembangunan dan ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan hubungan timbal balik yang produktif antara daerah asal pekerja dan daerah tujuan.
Dampak bagi Warga Manggarai di Badung
Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi ribuan warga Manggarai yang menggantungkan hidup di Pulau Dewata. Dengan adanya pembinaan dan pelatihan yang terstruktur, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pekerja serabutan, tetapi memiliki keterampilan yang lebih baik.
Pemkab Badung dan Pemkab Manggarai berkomitmen untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan program-program konkret. Rencana tersebut akan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar kedua wilayah.