Pencarian

Siloam Hospitals Bali Raih Sertifikasi Stroke dari JCI, 93 Persen Pasien Alami Perbaikan Kondisi

Jumat, 17 Juli 2026 • 13:55:01 WIB
Siloam Hospitals Bali Raih Sertifikasi Stroke dari JCI, 93 Persen Pasien Alami Perbaikan Kondisi
Siloam Hospitals Bali menerima sertifikasi stroke dari Joint Commission International (JCI) atas layanan penanganan stroke yang terintegrasi.

DENPASAR — Penanganan stroke yang cepat dan terintegrasi menjadi faktor penentu dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien sekaligus menekan risiko kecacatan. Hal ini ditegaskan Direktur Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, di Denpasar, Kamis (16/7).

Golden Period 4,5 Jam Jadi Penentu

Menurut dr. Ni Gusti, pasien stroke iskemik memiliki golden period sekitar 4,5 jam sejak munculnya gejala untuk mendapatkan terapi yang sesuai. Setelah itu, peluang pemulihan menurun drastis dan risiko kecacatan permanen meningkat.

"Yang terpenting adalah bagaimana standar tersebut diterjemahkan menjadi pelayanan yang cepat, aman, terkoordinasi, dan memberikan peluang pemulihan yang lebih baik bagi setiap pasien," katanya.

Angka Stroke di Indonesia: 18,5 Persen Penyebab Kematian

Stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Penyakit ini menyumbang sekitar 18,5 persen dari total angka kematian nasional dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.

Kondisi itu, menurut dr. Ni Gusti, membuat kesiapan sistem layanan stroke menjadi kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan. Mulai dari penanganan di instalasi gawat darurat hingga rehabilitasi, semua harus berjalan dalam satu kesatuan yang terkoordinasi.

Data Penanganan: 44 Kasus, 4 Trombolisis, 1 Trombektomi

Data layanan stroke di Siloam Hospitals Bali menunjukkan bahwa sepanjang Agustus 2025 hingga Januari 2026, terdapat 44 kasus stroke yang ditangani. Dari jumlah tersebut, empat pasien memperoleh terapi trombolisis intravena dan satu pasien menjalani trombektomi mekanik.

Sekitar 93 persen pasien dilaporkan mengalami perbaikan kondisi setelah mendapatkan penanganan sesuai standar.

Layanan Komprehensif dari IGD hingga Rehabilitasi

Layanan stroke yang komprehensif mencakup penanganan sejak pasien tiba di instalasi gawat darurat, pemeriksaan radiologi dan laboratorium, pemberian terapi reperfusi sesuai indikasi, perawatan intensif, rehabilitasi medik, hingga edukasi kepada pasien dan keluarga.

"Standar pelayanan stroke yang baik bukan hanya soal pengakuan atau sertifikasi," ujar dr. Ni Gusti. "Tetapi bagaimana sistem tersebut mampu diterapkan menjadi layanan yang cepat, aman, dan terkoordinasi sehingga memberikan peluang pemulihan yang lebih baik bagi pasien."

Seluruh tahapan dilakukan berdasarkan pedoman klinis berbasis bukti serta dievaluasi secara berkala untuk menjamin kualitas penanganan.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks