MANGUPURA — KPU Badung mengemas sosialisasi kepemiluan dengan pendekatan digital agar lebih dekat dengan generasi muda. Lewat portal dcskpubadung.id, para siswa tidak hanya mendapat materi konvensional, tetapi juga bisa mengakses pembelajaran berbasis e-learning, mengerjakan Kuis Pemilu interaktif, hingga mendapatkan e-sertifikat secara mandiri.
Mengapa MPLS Dipilih sebagai Momentum Edukasi?
Agung Rio Swandisara, Anggota KPU Kabupaten Badung sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, mengatakan MPLS menjadi momen strategis karena seluruh siswa baru berkumpul di satu waktu. "Kami ingin masuk ke ruang ekspresi remaja dengan metode digital yang dekat dengan mereka," ujarnya di Badung, Jumat (17/7/2026).
Dari 13 sekolah yang terlibat, materi yang diberikan tidak hanya soal teknis pemilu. KPU Badung juga menekankan pentingnya memahami kedaulatan rakyat, meningkatkan partisipasi politik, dan membangun komitmen menolak politik uang sejak dini.
Portal DCS: Bukan Sekadar Situs Biasa
Berbeda dari sosialisasi tatap muka yang terbatas waktu, portal dcskpubadung.id dirancang sebagai pusat pembelajaran berkelanjutan. Siswa bisa mengulang materi kapan saja, menguji wawasan melalui kuis, dan langsung mendapat sertifikat elektronik sebagai bukti partisipasi.
"Ketika para pemilih muda ini secara mandiri mau belajar, memahami esensi kedaulatan rakyat, dan berkomitmen menolak politik uang, kualitas demokrasi kita di masa depan akan terjaga," imbuh Agung Rio.
Target: 2.711 Siswa Jadi Agen Demokrasi
Meski rangkaian sosialisasi langsung telah usai, KPU Badung mendorong sekolah dan peserta didik untuk terus mengakses portal tersebut. Harapannya, 2.711 siswa yang telah mengikuti program ini bisa menjadi pionir pemilih cerdas dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Ke depan, portal dcskpubadung.id diharapkan menjadi rujukan utama bagi pemilih pemula di Badung untuk memahami proses demokrasi secara lebih interaktif dan menyenangkan.