BALI — Kegiatan diawali dengan panen raya yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi. Metode panen yang digunakan menggabungkan cara manual dan mesin combine harvester, sebagai simbol modernisasi pertanian di daerah sentra produksi.
Siti Hediati menekankan bahwa kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram memberikan angin segar bagi petani. "Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata dan diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya dalam keterangan resmi.
Bantuan Timbangan Digital hingga Alat Tulis untuk Anak Petani
Dalam kunjungan tersebut, Bulog tidak hanya melakukan panen bersama. Perusahaan pelat merah itu juga menyerahkan bantuan berupa timbangan digital dan paket sembako untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Selain itu, tersedia alat tulis bagi anak-anak di sekitar kawasan pertanian.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut bantuan ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat di sentra pangan. "Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama petani, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia, serta Tim Jemput Gabah Bulog," ungkapnya.
Kolaborasi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
Rizal menambahkan, dengan HPP gabah yang sudah ditetapkan melalui Instruksi Presiden, serapan gabah terus digenjot. Hingga semester I 2026, Bulog telah menyerap 3,2 juta ton dari target 4 juta ton. Angka ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk mempercepat swasembada pangan nasional.
Kunjungan kerja itu turut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan Gapoktan. Dengan sinergi antara DPR, pemerintah, BUMN, dan petani, ekosistem pertanian nasional diharapkan semakin kokoh, sekaligus memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan ke depan.