BANGLI — Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa teknologi AI diperkenalkan sebagai alat bantu, bukan untuk menggantikan peran guru di kelas. Hal itu disampaikannya saat membuka sosialisasi pemanfaatan AI pada smartboard yang dihadiri para kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bangli.
"Teknologi AI ini tidak diperkenalkan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu hebat (super tool) untuk meningkatkan kualitas mengajar," ujar Bupati Sedana Arta dalam arahannya.
250 Smartboard Bantuan Presiden Kini Terintegrasi AI
Smartboard yang merupakan bantuan langsung Presiden RI itu tidak lagi berfungsi sebagai layar digital biasa. Melalui sistem operasi ClassOS (AI Classroom Operating System), perangkat ini bertransformasi menjadi pusat ekosistem belajar interaktif yang mengintegrasikan sekolah, guru, siswa, perangkat mobile, cloud, data, hingga kecerdasan buatan.
Konsultan Government Technology (GovTech) Putu Sudiarta hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pemantauan pemanfaatan teknologi secara real-time dan transparan.
Tiga Jalur Adaptasi Serentak dalam Waktu Singkat
Salah satu yang disorot dalam deklarasi ini adalah kecepatan adaptasi. Dalam waktu singkat, Pemkab Bangli sukses mengeksekusi tiga jalur adaptasi serentak. Akselerasi ini terjadi berkat sinergi antara Bupati Bangli, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, para guru, dan tim transformator.
Gerakan ini disebut selaras dengan arahan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang menegaskan bahwa AI adalah game changer bagi masa depan Indonesia.
Bukan Sekadar Pajangan, Harus Berdampak Nyata
Bupati Sedana Arta menekankan bahwa investasi besar pemerintah pusat pada perangkat teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan. Integrasi AI di sekolah-sekolah harus memberikan manfaat luas, tidak hanya meningkatkan kecerdasan dan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi kemajuan Kabupaten Bangli secara keseluruhan di era digital.
"Pemerintah tidak hanya tahu berapa alat yang dibagikan, tetapi bisa mengukur secara presisi seberapa aktif sekolah, guru, dan siswa berpartisipasi dalam ekosistem digital ini," tambahnya.
Bangli Siap Jadi Model Percontohan Nasional
Dengan deklarasi ini, Kabupaten Bangli secara resmi bersiap menjadi model percontohan implementasi AI dalam dunia pendidikan bagi kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia. Pemkab Bangli menyebut bahwa deklarasi 1.000 guru ini bukanlah akhir dari program, melainkan titik awal transformasi digital di ruang kelas.