Pencarian

Nobar Piala Dunia di Banjarbaru Dorong Omzet UMKM Kuliner Meningkat

Kamis, 09 Juli 2026 • 00:56:31 WIB
Nobar Piala Dunia di Banjarbaru Dorong Omzet UMKM Kuliner Meningkat
Layar lebar nobar Piala Dunia di Banjarbaru menarik kerumunan dan mendongkrak omzet UMKM kuliner.

BALI — Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memasang layar lebar di halaman Balaikota Lapangan Dr Murdjani pada Rabu dini hari. Bukan sekadar tontonan gratis, kegiatan nonton bareng (nobar) ini menjadi motor penggerak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Omzet Pedagang Kaki Lima Ikut Naik

Salah satu pedagang bakso tusuk atau pentol, Rosi, mengaku merasakan dampak langsung dari acara nobar tersebut. Menurutnya, kerumunan penonton yang memadati area balaikota membuat dagangannya laris manis.

"Kami berharap Pemkot Banjarbaru terus menggelar nobar selama Piala Dunia karena selain menjadi hiburan bagi masyarakat juga membuat omzet penjualan kami meningkat sehingga membantu pedagang," ujar Rosi di sela acara.

Pernyataan serupa datang dari warga bernama Adi. Ia menilai inisiatif ini efektif menggerakkan perekonomian warga kecil yang berjualan aneka kuliner. "Masyarakat antusias mengikuti nobar dan dimanfaatkan pelaku usaha yang menjajakan produknya," katanya.

Ruang Publik Jadi Katalis Ekonomi

Momen Piala Dunia 2026 sengaja dipilih Pemkot Banjarbaru sebagai momentum menggerakkan ekonomi lokal. Fokus utama pemberdayaan ada pada sektor kuliner yang langsung bersentuhan dengan pengunjung acara.

Kebijakan ini juga memiliki misi sosial menghidupkan kembali fungsi ruang publik. Lapangan Dr Murdjani tidak hanya menjadi tempat hiburan malam, tetapi juga arena interaksi warga yang mempererat kebersamaan.

Pemkot menargetkan suasana aman, nyaman, dan tertib tetap terjaga selama rangkaian nobar berlangsung. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial antarwarga Banjarbaru.

Agenda Nobar Sepanjang Turnamen

Program nobar ini direncanakan berlanjut sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Dengan sistem yang sudah berjalan, pelaku UMKM bisa mengandalkan event ini sebagai sumber pendapatan tambahan selama turnamen berlangsung.

Langkah Pemkot Banjarbaru menjadi contoh konkret bagaimana event olahraga global bisa diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi akar rumput. Hasilnya, euforia sepak bola tidak hanya terasa di layar kaca, tetapi juga di kantong para pedagang.

Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks