Pencarian

KFA Resmi Minta Maaf Usai Gagal di Piala Dunia 2026, Proses Cari Pelatih Baru Dimulai

Jumat, 03 Juli 2026 • 23:44:31 WIB
KFA Resmi Minta Maaf Usai Gagal di Piala Dunia 2026, Proses Cari Pelatih Baru Dimulai
KFA resmi meminta maaf atas kegagalan di Piala Dunia 2026 dan mulai mencari pelatih baru.

BALI — KFA angkat bicara untuk pertama kalinya secara resmi pasca kegagalan Korea di Piala Dunia 2026. Melalui pernyataan yang dirilis Jumat (3/7), federasi menunduk dan meminta maaf kepada seluruh penggemar sepak bola Korea.

"Kami dengan tulus meminta maaf karena telah mengecewakan Anda dengan hasil yang jauh dari harapan di Piala Dunia 2026," bunyi pernyataan KFA yang dikutip dari Instagram resmi federasi.

Evaluasi Total Jadi Prioritas

KFA menegaskan kegagalan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Federasi berjanji menjadikan hasil buruk di Piala Dunia sebagai pelajaran mahal untuk membangun fondasi yang lebih kuat.

"Kami akan mengambil kegagalan ini sebagai pelajaran dan mempersiapkan masa depan sepak bola Korea dengan cara yang baru melalui refleksi mendalam dan introspeksi diri," tulis KFA dalam pernyataan resminya.

Federasi juga membantah berbagai laporan spekulatif yang beredar dalam beberapa pekan terakhir. Menurut KFA, sejumlah informasi yang tidak terverifikasi itu sepenuhnya salah dan tidak mencerminkan fakta di lapangan.

Komite Rapat, Nama Pelatih Baru Mulai Dibahas

Di tengah permintaan maaf, KFA memberikan update konkret soal masa depan tim nasional. Komite terkait telah menggelar rapat pada 3 Juli dan mencapai kesepakatan untuk meninjau berbagai opsi calon pelatih kepala baru.

Sementara itu, Komite Urusan Umum akan melanjutkan pembahasan agar persiapan tim nasional tidak terganggu. Targetnya, jadwal pertandingan paruh kedua Liga A tetap berjalan normal dan tim siap menghadapi Piala Asia.

Proses Pemilihan Presiden KFA Masih Mengambang

Soal kepemimpinan federasi, KFA buka suara. Anggaran Dasar Asosiasi mengatur pemilihan presiden harus digelar dalam waktu 60 hari sejak jabatan kosong. Namun, KFA menyatakan proses itu harus selaras dengan Anggaran Dasar FIFA dan Komite Olimpiade Korea.

KFA masih melakukan pembahasan dan musyawarah internal sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Belum ada tenggat waktu pasti kapan pemilihan presiden akan digelar.

"Sekali lagi, kami menundukkan kepala untuk meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran. Kami berjanji akan terus berupaya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan kemurnian yang melekat pada olahraga ini," tutup KFA.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks