BALI — Kekhawatiran akan pengulangan insiden di Philadelphia menghantui para penggemar yang akan memadati stadion. Seperti diketahui, pertandingan Prancis melawan Irak pada Senin (15/6) harus dihentikan selama 120 menit akibat hujan deras disertai angin kencang dan petir yang menerjang area stadion.
Prakiraan Cuaca di Boston: Hujan Deras, Tapi Tak Ekstrem
Ahli meteorologi NWS, Rob Megnia, menyatakan bahwa Boston memang akan diguyur hujan deras dan berpotensi terjadi badai petir. Namun, intensitasnya diprediksi tidak separah yang melanda Philadelphia beberapa hari lalu.
"Kami tidak terlalu khawatir," ujar Megnia kepada media setempat. Ia memperkirakan curah hujan bisa mencapai satu setengah inci (sekitar 38 mm) selama pertandingan berlangsung, namun diperkirakan tidak akan mengganggu jalannya laga.
Suhu Dingin dan Potensi Genangan di Lapangan
Suhu di Boston diprediksi berada di kisaran 21 derajat Celcius pada siang hari dan akan turun drastis ke angka 10-15 derajat Celcius pada malam hari. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang terbiasa dengan suhu panas di turnamen ini.
Meski hujan diperkirakan tidak akan menghentikan pertandingan, lapangan yang basah dan licin bisa menjadi faktor penentu. Bola akan bergerak lebih cepat dan kontrol pemain bisa terganggu, membuka peluang terjadinya insiden atau gol dari situasi yang tidak terduga.
Pelajaran dari Laga Prancis vs Irak
Insiden di Philadelphia menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem adalah ancaman nyata di Piala Dunia 2026. Pertandingan Prancis vs Irak dihentikan saat memasuki menit ke-30 setelah hujan deras dan angin kencang membuat lapangan tidak bisa dimainkan.
FIFA sendiri telah menerapkan aturan hydration break untuk mengatasi suhu panas. Namun, badai petir dan hujan lebat ternyata menjadi masalah baru yang tak kalah serius. Tim medis dan ofisial pertandingan Inggris vs Ghana pun telah disiagaikan untuk merespons cepat jika kondisi cuaca memburuk secara tiba-tiba.