Pencarian

Kapolda Sumsel Instruksikan Pemantauan Hotspot Satelit untuk Cegah Karhutla 2025

Selasa, 02 Juni 2026 • 13:32:43 WIB
Kapolda Sumsel Instruksikan Pemantauan Hotspot Satelit untuk Cegah Karhutla 2025
Kapolda Sumsel instruksikan pemantauan hotspot menggunakan satelit untuk cegah karhutla 2025.

BALI — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Sandi Nugroho, secara resmi menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengintensifkan pemantauan titik panas atau hotspot menggunakan teknologi satelit. Langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring masuknya musim kemarau.

Pemanfaatan Teknologi dan Kolaborasi Lintas Sektor

"Kami meminta pemanfaatan teknologi untuk antisipasi kebakaran hutan," ujar Irjen Sandi Nugroho dalam keterangannya, kemarin. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas fungsi menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana asap di wilayah tersebut.

Instruksi ini tidak hanya ditujukan kepada satuan tugas di tingkat polres dan polsek. Jajaran kepolisian juga diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api di lapangan.

Mengapa Pemantauan Satelit Krusial di Sumsel

Sumatera Selatan termasuk provinsi dengan riwayat karhutla tinggi setiap tahun. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sejumlah wilayah di Sumsel sudah mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan tahun ini.

Dengan sistem satelit, petugas bisa mengetahui koordinat pasti titik panas secara real-time. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan patroli darat untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar api atau hanya suhu permukaan tinggi akibat faktor lain.

Tindak Lanjut di Lapangan

Kapolda memerintahkan setiap personel yang menemukan indikasi kebakaran untuk segera melakukan pemadaman dini. Jika api sudah meluas, tim gabungan akan dikerahkan untuk melakukan pembatasan area dan pemadangan udara jika diperlukan.

Ia juga mengingatkan agar jajaran tidak lengah meski cuaca masih terlihat basah di beberapa titik. "Kita harus antisipasi sejak dini, jangan sampai api sudah besar baru bertindak," tegasnya.

Langkah preventif ini diambil setelah evaluasi terhadap penanganan karhutla tahun-tahun sebelumnya. Salah satu kelemahan yang teridentifikasi adalah keterlambatan deteksi awal yang membuat api sulit dipadamkan saat sudah meluas.

Polda Sumsel juga akan mengaktifkan kembali posko-posko siaga darurat karhutla di tingkat kabupaten/kota. Posko itu akan beroperasi selama musim kemarau untuk memastikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks