Kelian Dinas Banjar Kebon, Agus Krisna Amertha Yoga, mengungkapkan bahwa ide menghias banjar berawal dari antusiasme anak-anak muda terhadap sepak bola. “Sejak dulu anak-anak muda di sini sangat antusias mengikuti ajang sepak bola dunia. Dari situ muncul ide menghias banjar dengan bendera negara peserta agar suasana lebih hidup,” ujar Agus pada Kamis (18/6).
Bendera yang dipasang memiliki berbagai ukuran. Koleksi tersebut disimpan rapi dan hanya dikeluarkan saat turnamen internasional berlangsung.
Dekorasi Dinamis, Bendera Negara Gugur Dicopot
Tampilan dekorasi banjar bersifat dinamis mengikuti hasil pertandingan. Pemuda setempat mencopot bendera negara yang gugur, mulai dari babak penyisihan hingga 16 besar, agar dekorasi tetap relevan.
“Kegiatan ini murni untuk kebersamaan dan hiburan warga. Anak-anak muda sangat senang,” imbuh Agus.
Nasionalisme Tak Luntur, Merah Putih Kembali Berkibar saat HUT RI
Meski bendera asing mendominasi jalanan banjar, Agus menegaskan hal itu tidak melunturkan rasa cinta tanah air. Saat Hari Kemerdekaan tiba, seluruh bendera peserta Piala Dunia diturunkan dan digantikan Merah Putih secara serentak.
“Ini tiap tahun begini. Kami harapkan pemasangan bendera piala dunia tidak menimbulkan persepsi lain, karena murni hanya untuk senang-senang. Namun, jiwa nasionalisme pemuda kami tidak perlu diragukan,” pungkasnya.