BALI — Pertumbuhan pendapatan negara di Sumatera Selatan pada semester pertama 2026 menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Kepala Kanwil DJPb Sumsel menyebutkan bahwa realisasi hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp7,95 triliun, melesat 17,87 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menandakan aktivitas ekonomi domestik di provinsi tersebut masih bergerak progresif.
Pajak dan Sektor Sawit Jadi Motor Utama Penerimaan
Penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi APBN Sumsel. Sektor perbankan dan perkebunan sawit turut mendorong peningkatan pendapatan negara secara signifikan. Kedua sektor ini dinilai menjadi motor penggerak utama perekonomian di Bumi Sriwijaya.
Kinerja positif ini juga didukung oleh stabilitas harga komoditas sawit di pasar global. Aktivitas ekspor yang terjaga membuat setoran pajak dari sektor perkebunan terus mengalir ke kas negara. Sementara itu, sektor perbankan mencatat pertumbuhan kredit yang sehat, berkontribusi pada penerimaan pajak penghasilan.
APBN Berperan Ganda: Dorong Ekonomi dan Jaga Kesejahteraan
Dalam rilis resmi Kanwil DJPb Sumsel, disebutkan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai motor penggerak roda ekonomi. Instrumen fiskal ini juga terbukti efektif menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan global. Belanja negara yang terserap untuk program perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur disebut menjadi faktor penopang daya beli.
Pemerintah daerah optimistis target pendapatan hingga akhir tahun dapat tercapai. Dengan momentum pertumbuhan di semester pertama, proyeksi ekonomi Sumsel hingga Desember 2026 diperkirakan tetap berada di jalur positif. Sektor riil diharapkan terus berkontribusi seiring perbaikan iklim usaha.
Target Pendapatan Masih Terbuka Lebar
Realisasi Rp7,95 triliun yang telah terkumpul baru mencapai 40,19 persen dari pagu APBN Sumsel tahun 2026. Artinya, masih ada ruang pertumbuhan sekitar 59,81 persen yang harus dikejar pada paruh kedua tahun ini. Kantor Wilayah DJPb Sumsel menyatakan optimisme dapat melampaui target dengan mengoptimalkan penerimaan dari sektor unggulan daerah.
Kinerja fiskal yang solid ini menjadi sinyal positif bagi investor untuk terus menanamkan modal di Sumatera Selatan. Stabilitas pendapatan negara mencerminkan fundamental ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.