BALI — Kemenangan ini mengangkat posisi Arema FC di Grup A. Sebelumnya, kekalahan dari Persib Bandung membuat tim asuhan pelatih anyar itu berada di bawah tekanan. Kini, dengan tiga poin di tangan, peluang lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.
Duo Brasil Jadi Motor Serangan: Gustavo Borong Gol, Careca Catat Assist
Dua rekrutan asing asal Brasil langsung menjadi bintang. Gustavo Henrique memborong dua gol, sementara Raianderson Careca mencatat satu assist. Sejak laga pertama, duet ini membuat serangan Singo Edan terlihat lebih tajam.
Gustavo, yang baru 14 hari berada di Indonesia, mengaku senang dengan adaptasinya. "Saya sangat senang bisa mencetak dua gol. Tentu saya berterimakasih kepada teman-teman yang sudah membantu saya beradaptasi," jelasnya.
Careca, mantan pemain Terengganu FA, juga mencuri perhatian dengan visi bermainnya. Meski begitu, secara fisik keduanya belum 100 persen. Dengan kebugaran yang meningkat, kontribusi mereka diprediksi akan lebih maksimal di laga berikutnya.
Diego Landis: Bukan Bek Garang, Tapi Penyeimbang di Lini Belakang
Di lini pertahanan, Diego Landis selalu menjadi pilihan utama dalam dua laga awal. Ketenangannya menjadi aspek paling menonjol. Karakternya bukan tipe bek agresif yang biasa disukai Aremania. Peran Diego justru hadir sebagai penyeimbang, mengingat Walisson Maia dan Hansamu Yama dikenal memiliki gaya bertahan yang keras.
Enam Pemain Baru Sudah Debut, Dua Kiper Masih Menunggu
Dalam dua laga fase grup, enam pemain baru sudah diberi menit bermain: Gustavo Henrique, Raianderson Careca, Marcos Vinicius, Diego Landis, Robi Darwis, dan Alfeandra Dewangga. Adapun dua penjaga gawang anyar, Syahrul Trisna dan Erlangga Setyo, belum mendapat kesempatan. Secara umum, mereka masih dalam tahap penyesuaian karena atmosfer pertandingan baru didapat di turnamen ini.
Hasil melawan Tampines Rovers menjadi sinyal positif. Arema FC kini punya modal berharga jelang laga penentu di Grup A dan persiapan menuju kompetisi Super League.