MANGUPURA — Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar formalitas. Tim melakukan peninjauan lapangan hingga wawancara untuk memetakan capaian pembangunan, efektivitas anggaran, serta komitmen keberlanjutan dari Pemerintah Kabupaten Badung.
“Ini merupakan bagian dari pengawasan kami terhadap pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh PT. SMI. Kabupaten Badung merupakan salah satu daerah yang kami kunjungi bersama Ibu komisaris,” ucap Reynaldi dalam keterangan resmi.
Skema Pinjaman dan Bunga 5,7 Persen
Pemkab Badung memutuskan mengambil skema pinjaman sebesar Rp2,8 triliun dengan bunga 5,7 persen. Pencairan dana dilakukan secara bertahap, dan kewajiban pembayaran dimulai enam bulan setelah penandatanganan perjanjian.
Pada 2025, proyek memasuki tahap pembebasan lahan. Konstruksi dijadwalkan mulai awal 2026. Dana ini akan digunakan untuk menangani delapan trase jalan serta membangun sembilan trase lainnya.
Titik Strategis: Simpang Semer hingga Akses GWK
Sejumlah titik strategis masuk dalam daftar prioritas, antara lain Simpang Semer, Kerobokan, akses kawasan Kuta Selatan, GWK, dan Uluwatu. Kawasan ini merupakan jalur vital bagi pariwisata dan mobilitas warga di Bali selatan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut langsung kedatangan jajaran PT SMI. Ia mengapresiasi peran aktif lembaga pembiayaan itu dalam mendampingi pelaksanaan proyek.
“Kami berkomitmen untuk mengelola setiap pembiayaan pembangunan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Pendampingan dari PT SMI menjadi bagian penting dalam memastikan proyek yang dibiayai mampu memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.
Evaluasi Berlapis untuk Daya Saing Kawasan Wisata
Fokus penilaian meliputi kualitas proyek, ketepatan waktu pelaksanaan, hingga kontribusinya terhadap peningkatan layanan publik. Dengan evaluasi berlapis ini, proyek pinjaman Badung diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.
Infrastruktur yang lebih baik diharapkan memperkuat daya saing kawasan wisata Bali. PT SMI memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga proyek rampung dan memberikan dampak nyata bagi warga.