DENPASAR — Direktur Keuangan Perum BULOG, Hendra Susanto, turun langsung ke gudang Perum BULOG Kantor Wilayah Bali untuk memastikan kesiapan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Kunjungan kerja ini difokuskan pada pengecekan stok beras yang akan dialokasikan untuk program bantuan pangan tahap Juli 2026.
Hendra menegaskan bahwa stok beras di Bali saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan kepada warga. Pemerintah pusat melalui BULOG berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan agar tidak terjadi kendala saat distribusi nanti.
Stok Beras di Gudang BULOG Bali Mencukupi
Dalam kunjungan tersebut, Hendra Susanto meninjau langsung kondisi gudang dan memastikan kualitas beras yang tersimpan sesuai standar. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan stok beras dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan di Bali.
“Kami pastikan stok beras untuk bantuan pangan di Bali aman dan siap disalurkan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses distribusi berjalan tepat waktu,” ujar Hendra dalam keterangannya, Senin (14/4).
Alokasi Bantuan Pangan untuk Warga Penerima Manfaat
Program bantuan pangan ini menyasar warga penerima manfaat yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di seluruh Bali. Setiap penerima akan mendapatkan jatah beras sebesar 10 kilogram per bulan.
BULOG Kantor Wilayah Bali menyatakan bahwa distribusi untuk alokasi Juli 2026 akan dimulai tepat waktu. Pihaknya juga telah menyiapkan skema distribusi hingga ke tingkat kelurahan dan desa agar bantuan sampai ke tangan warga yang berhak.
Langkah Antisipasi BULOG Jelang Distribusi
Selain mengecek stok, Hendra Susanto juga memastikan sistem logistik dan rantai distribusi di Bali berjalan optimal. Ia menginstruksikan jajaran BULOG di daerah untuk terus memantau pergerakan stok secara real-time.
“Kami tidak ingin ada keterlambatan atau kekurangan stok saat penyaluran. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BULOG untuk menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Bali yang memiliki tingkat konsumsi beras cukup tinggi. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan turut serta mengawal distribusi agar tepat sasaran.