BALI — Berdasarkan data yang dihimpun dari Pegadaian pada pukul 09.00 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp 2.762.000, turun Rp 15.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.777.000. Sementara itu, emas UBS mengalami penurunan paling tajam, yakni Rp 27.000, sehingga harga per gramnya menjadi Rp 2.650.000.
Adapun emas produksi Galeri24 turun lebih moderat, yaitu Rp 5.000 menjadi Rp 2.648.000 per gram. Tiga produk logam mulia ini tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram untuk Galeri24, sementara Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga 100 gram.
Daftar Harga Emas Pegadaian 8 Juli 2026
Berikut rincian harga emas batangan di Pegadaian untuk masing-masing produk:
Galeri24
0,5 gram: Rp 1.383.000 | 1 gram: Rp 2.648.000 | 2 gram: Rp 5.211.000 | 5 gram: Rp 12.932.000 | 10 gram: Rp 25.794.000 | 25 gram: Rp 64.138.000 | 50 gram: Rp 128.174.000 | 100 gram: Rp 256.221.000 | 250 gram: Rp 638.978.000 | 500 gram: Rp 1.277.955.000 | 1.000 gram: Rp 2.555.909.000.
Antam
0,5 gram: Rp 1.434.000 | 1 gram: Rp 2.762.000 | 2 gram: Rp 5.460.000 | 3 gram: Rp 8.164.000 | 5 gram: Rp 13.572.000 | 10 gram: Rp 27.087.000 | 25 gram: Rp 67.587.000 | 50 gram: Rp 135.091.000 | 100 gram: Rp 271.101.000.
UBS
0,5 gram: Rp 1.432.000 | 1 gram: Rp 2.650.000 | 2 gram: Rp 5.259.000 | 5 gram: Rp 12.994.000 | 10 gram: Rp 25.852.000 | 25 gram: Rp 64.503.000 | 50 gram: Rp 128.739.000 | 100 gram: Rp 257.378.000 | 250 gram: Rp 643.225.000 | 500 gram: Rp 1.284.999.000.
Emas Dunia Lesu, Investor Tunggu Sinyal The Fed
Pelemahan harga emas di dalam negeri sejalan dengan pergerakan emas global. Pada perdagangan Selasa (7/7), harga emas spot turun 0,6% ke level US$ 4.141,16 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus melemah 0,2% menjadi US$ 4.157,40.
Pelaku pasar saat ini tengah menanti risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 60% pada September masih membayangi, membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas kehilangan daya tariknya.
“Saya pikir kenyataan mulai terungkap, the Fed masih sangat fokus pada pengendalian inflasi, jadi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama tampaknya menjadi jalur yang paling mungkin,” ujar Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah dua kapal tanker dihantam di Selat Hormuz, mendorong harga minyak naik. Meski biasanya emas berperan sebagai aset safe haven, tekanan dari suku bunga tinggi masih menjadi faktor dominan yang menekan logam mulia.
Sementara itu, bank sentral China tercatat masih setia membeli emas selama 20 bulan berturut-turut, dengan cadangan mencapai 75,44 juta troy ons pada akhir Juni. Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring pusat untuk emas dan menghidupkan kembali perdagangan berjangka emas, sebagai upaya menjadi pusat cadangan regional logam mulia.