BULELENG — Pemerintah pusat membuka opsi baru untuk mengurai kemacetan di jalur penyeberangan strategis Bali-Jawa. Pelabuhan Celukan Bawang yang selama ini dikenal sebagai pelabuhan khusus energi, kini tengah dikaji untuk difungsikan sebagai pelabuhan penyeberangan roll on-roll off (Ro-Ro) yang melayani angkutan barang dan penumpang.
Kemacetan 35 Kilometer Jadi Pemicu Utama
Evaluasi ini dipicu oleh pengalaman pahit saat arus mudik Lebaran 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mengular hingga 35 kilometer, melumpuhkan arus lalu lintas di jalur barat Bali. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut situasi itu tidak boleh terulang.
"Kami mengkaji Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengurai kepadatan, baik dari sisi Ketapang maupun Gilimanuk," kata Dudy dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (10/7/2026).
Fasilitas Eksisting Dinilai Mendukung Operasional Kapal Ro-Ro
Dalam peninjauan yang turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Forkopimda, dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Achmad Muchtasyar, Menhub melihat langsung karakteristik pelabuhan. Menurutnya, Celukan Bawang memiliki dermaga dan lahan yang bisa langsung dioptimalkan.
"Tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai buffer zone untuk menampung kendaraan sebelum naik ke kapal sehingga arus kendaraan lebih tertata," ujar Dudy.
Kajian teknis akan difokuskan pada pengembangan Dermaga Plengsengan dan Dermaga 3. Peningkatan kapasitas kedua dermaga ini diharapkan mampu melayani angkutan barang sekaligus penyeberangan penumpang secara paralel.
Pelindo Siap Susun Kajian Teknis Pengembangan
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar memastikan pihaknya mendukung penuh rencana pemerintah. Meski awalnya dibangun untuk mendukung sektor energi, ia menilai Celukan Bawang memiliki potensi besar sebagai pelabuhan penyeberangan publik.
"Pelindo siap mengoptimalkan pelabuhan ini untuk mendukung pelayanan publik, baik angkutan barang maupun penyeberangan," tegas Achmad.
Ia menambahkan, jajarannya telah diinstruksikan untuk segera menyusun kajian teknis sebagai tindak lanjut hasil peninjauan. Kajian itu akan menjadi dasar pengembangan agar pelabuhan di pesisir utara Bali ini mampu menopang kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat, terutama saat musim libur dan hari raya.