Pencarian

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Sidan di Bali, Infrastruktur Rp1,63 Triliun Pasok Air Baku untuk Sarbagita

Jumat, 10 Juli 2026 • 15:05:02 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Sidan di Bali, Infrastruktur Rp1,63 Triliun Pasok Air Baku untuk Sarbagita
Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Sidan sebagai pasokan air baku untuk kawasan Sarbagita, Bali.

BALI — Bendungan Sidan kini resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Infrastruktur lintas wilayah ini dibangun untuk menjawab kebutuhan air baku di kawasan metropolitan Sarbagita yang selama ini kerap dilanda krisis pasokan air bersih.

Dengan kapasitas tampung yang signifikan, bendungan ini tidak hanya menyuplai air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di empat kabupaten/kota. Proyek senilai Rp1,63 triliun ini juga dirancang sebagai sistem pengendali banjir untuk wilayah hilir yang langganan genangan saat musim hujan.

Dukungan untuk Energi Hijau dan Irigasi

Selain untuk kebutuhan domestik dan industri, Bendungan Sidan juga memiliki potensi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala kecil. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam transisi energi bersih di daerah pariwisata utama Indonesia.

Keberadaan bendungan ini diharapkan mampu mengamankan pasokan air untuk irigasi pertanian di sekitar kawasan. Para petani di tiga kabupaten terdampak selama ini mengandalkan air hujan dan sumber mata air yang tidak stabil sepanjang tahun.

Mengapa Bendungan Ini Krusial bagi Sarbagita?

Kawasan Sarbagita merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali. Pertambahan penduduk dan hotel setiap tahun meningkatkan tekanan terhadap kebutuhan air bersih yang selama ini dipasok dari sumber air tanah dan danau.

Dengan adanya Bendungan Sidan, PDAM setempat bisa mengurangi ketergantungan pada air tanah yang rawan intrusi air laut di daerah pesisir. Proyek ini menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata yang membutuhkan pasokan air besar.

Skema Pendanaan dan Target Operasional

Pembangunan bendungan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai investasi Rp1,63 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kini telah memasuki tahap operasional penuh.

Pemerintah pusat menargetkan agar distribusi air baku ke jaringan PDAM di Sarbagita bisa berjalan optimal dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan bagian dari program ketahanan air nasional yang digagas Presiden Prabowo untuk daerah-daerah rawan kekeringan.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks