Pencarian

ARMA Fest Keempat di Ubud Usung Konsep Living Museum, Libatkan Ratusan Seniman dan UMKM Lokal

Minggu, 20 September 2026 • 09:17:31 WIB
ARMA Fest Keempat di Ubud Usung Konsep Living Museum, Libatkan Ratusan Seniman dan UMKM Lokal

GIANYAR — Ketua Yayasan ARMA sekaligus Ketua Generasi Muda ARMA, Agung Yudi, menegaskan bahwa museum harus menjadi ruang kreatif yang dinamis bagi lintas generasi. Pelaksanaan festival ini disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab berkelanjutan dalam merawat marwah ARMA serta seni dan budaya Bali.

ARMA dirancang menjadi sebuah living museum tempat berbagai program kreatif berjalan secara aktif. Konsep itu menjadi napas baru pada penyelenggaraan Arma Fest yang keempat di ARMA Ubud.

ARMA Fest sebagai Jembatan Seniman Senior dan Generasi Muda

Agung Yudi menekankan festival ini berfungsi sebagai penghubung antara seniman senior dan generasi muda. Melalui Arma Fest, ruang kolaborasi dibuka seluas-luasnya bagi seniman muda, budayawan, hingga Dinas Kebudayaan untuk bersama-sama merekonstruksi budaya Bali agar tetap ajek dan lestari.

"ARMA tidak akan selalu milik satu orang atau figur semata. ARMA menjadi besar karena ada dukungan dari semua kalangan, baik seniman, budayawan, hingga masyarakat, yang menjadikan ARMA sesuatu yang sangat unik hingga mampu berdiri di usianya yang ke-30 tahun ini," ujar Agung Yudi di hadapan tamu undangan.

Festival ini juga memberikan ruang dan dukungan nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah itu diambil untuk memastikan sinergi antara tradisi dan tren kekinian berjalan beriringan tanpa menghilangkan akar budaya asli Bali.

"Arma Fest ini sekali lagi adalah suatu jembatan antara yang lama dan yang baru, bagaimana memberikan ruang bagi generasi muda untuk melakukan rekonstruksi budaya yang tetap menjaga marwahnya sebagai sebuah kanal budaya Bali," pungkasnya.

Pameran Style Keling hingga Tari Merti Ning Padi Meriahkan Panggung Terbuka

Rangkaian acara ARMA Fest kali ini diisi pembukaan pameran lukisan bertajuk Style Keling pada 17 September lalu di veranda Museum ARMA. Pameran itu menampilkan karya seniman asli Desa Keling serta hasil karya generasi muda setempat.

Selain pameran seni rupa, festival diramaikan berbagai kegiatan kebudayaan harian, termasuk pertunjukan seni dan tarian di panggung terbuka yang melibatkan kelompok kesenian dari area lokal. Pementasan seni tradisional turut memeriahkan acara, seperti Tari Merti Ning Padi oleh 35 anak Semara Murah, tari pendek dari Sanggar Kumarasari yang didukung 45 orang Sanggar Mangkang, serta pementasan sembilan grup belaganjur yang dibagi dalam dua hari penyelenggaraan dengan total ratusan pengisi acara.

Transaksi Stan UMKM Tanpa Potongan Pihak Museum

Pada sektor ekonomi kerakyatan, penyelenggara memastikan seluruh transaksi di stan-stan UMKM murni diserahkan sepenuhnya kepada pelaku UMKM. Tidak ada potongan keuntungan dari pihak museum atas setiap transaksi yang terjadi.

General Manager ARMA Ubud, Made Suhartana, menegaskan penyelenggaraan ARMA Fest merupakan upaya konsisten dalam memberikan kesempatan dan panggung bagi pelaku seni. Prinsip keberlanjutan dan komitmen memberi ruang luas bagi seniman lokal menjadi dasar penyelenggaraan tahun ini.

"Kami tidak melihat dari angka, tetapi kami melihat dari nilai apa yang bisa kami berikan kepada masyarakat," ujar Made Suhartana di hadapan awak media.

Ia menambahkan pencapaian karya seniman yang dapat dipajang hingga dipamerkan di museum sudah merupakan bentuk apresiasi dan "pembaptisan" tersendiri yang luar biasa.

Melalui ARMA Fest, manajemen berharap museum terus terbuka bagi semua generasi, mulai dari anak-anak sekolah hingga masyarakat umum. Tujuannya merawat dan melestarikan ekosistem seni budaya Bali secara berkelanjutan.

Acara pembukaan yang berlangsung meriah dilanjutkan dengan sesi interaktif dan tanya jawab bersama pengunjung serta pegiat seni yang hadir.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarnusa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks