Pencarian

Rerainan September 2026 di Bali: Tumpek Kandang hingga Purnama Kapat, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 20 September 2026 • 09:18:01 WIB
Rerainan September 2026 di Bali: Tumpek Kandang hingga Purnama Kapat, Ini Jadwal Lengkapnya

DENPASAR — Penanggalan kalender Bali mencatat delapan rerainan yang jatuh sepanjang September 2026. Rangkaian itu dibuka Tumpek Kandang pada 5 September dan ditutup Buda Keliwon Ugu pada 30 September.

Sejumlah tanggal penting di bulan ini mencakup Buda Wage Menail, Kajeng Keliwon Uwudan, Hari Bhatara Sri, Tilem Ketiga, Kajeng Keliwon Enyitan, serta Purnama Kapat. Dua di antaranya jatuh bersamaan pada 11 September 2026.

Tumpek Kandang, Upacara untuk Ternak dan Sang Rare Angon

Tumpek Kandang pada 5 September 2026 merupakan weton wewalungan. Umat menggelar upacara selamatan terhadap binatang peliharaan dan ternak, sekaligus pemujaan kepada Sang Rare Angon sebagai dewanya ternak.

Tujuan upacara ini agar ternak terhindar dari segala penyakit dan tetap dalam keadaan sehat, selamat, serta menyenangkan.

Jadwal Rerainan September 2026

  • 5 September 2026: Tumpek Kandang
  • 9 September 2026: Buda Wage Menail
  • 10 September 2026: Kajeng Keliwon Uwudan
  • 11 September 2026: Hari Bhatara Sri
  • 11 September 2026: Tilem Ketiga
  • 25 September 2026: Kajeng Keliwon Enyitan
  • 26 September 2026: Purnama Kapat
  • 30 September 2026: Buda Keliwon Ugu

Ala Ayuning Dewasa Minggu, 20 September 2026

Pada Minggu, 20 September 2026, kalender Bali mencatat sembilan ala ayuning dewasa yang perlu dicermati warga. Setiap butir memuat pantangan atau anjuran dengan tingkat alahing dewasa berbeda, dari 2 hingga 4.

Carik Walangati (alahing dewasa 3) tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, dan membangun rumah. Gagak Anungsang Pati (alahing dewasa 2) tidak baik untuk upacara membakar mayat serta atiwa-tiwa.

Kala Angin (alahing dewasa 3) justru baik untuk memulai mengajar atau melatih sapi, kerbau, kuda, dan ternak lainnya. Kala Beser (alahing dewasa 4) baik untuk menyadap tirta serta mengasah taji dan tombak, tetapi tidak baik untuk membuat empangan atau bendungan dan berbicara yang sifatnya rahasia.

Pepedan (alahing dewasa 3) baik untuk membuka lahan pertanian baru, namun tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Salah Wadi (alahing dewasa 3) tidak baik untuk Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, dan potong rambut, maupun Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, dan ngasti.

Semut Sedulur (alahing dewasa 4) baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Pararasan hingga Pratiti pada 20 September 2026

Hitungan Pararasan pada tanggal tersebut adalah Laku Bintang, sedangkan Pancasuda jatuh pada Lebu Katiup Angin. Untuk Ekajalaresi tercatat Kinasihan Amerta, dan Pratiti berada pada Nama rupa.

Rangkaian rerainan bulan ini menjadi acuan umat Hindu di Bali dalam menentukan waktu kegiatan adat, mulai dari upacara ternak hingga pitra yadnya. Warga yang hendak menggelar upacara diminta menyesuaikan dengan ala ayuning dewasa pada tanggal masing-masing.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks