DENPASAR — Operator SPBU 54.801.42 di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, dikenakan sanksi oleh Pertamina. Sanksi dijatuhkan setelah ditemukan pelanggaran pelayanan pengisian bahan bakar yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dua Operator SPBU Diberhentikan
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan dua operator diberhentikan. Keduanya memberikan pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, termasuk dugaan menutupi display dispenser.
Selain itu, petugas tersebut tidak memberikan volume BBM sesuai nominal pembelian konsumen. Temuan itu menjadi dasar Pertamina menjatuhkan sanksi kepada pengelola SPBU.
Antrean di Gilimanuk Mengular hingga Gelung Kori
Di Banyuwangi, antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali kembali terjadi di rute Ketapang-Gilimanuk. Kepadatan dipicu akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya, diperparah gangguan operasional akibat air laut surut.
Kondisi air laut yang surut menyulitkan proses manuver dan sandar kapal di dermaga. Hingga Jumat sore, antrean kendaraan yang hendak masuk Pelabuhan Gilimanuk mengular hingga Gelung Kori dan terus bertambah.
Petugas telah berupaya memilah kendaraan barang langsung ke dermaga LCM dan sebagian ke dalam pelabuhan. Meski begitu, ketidakpastian waktu tempuh tetap dirasakan, terutama bagi angkutan umum antar pulau.
Sopir Truk di Karangasem Dibakar Hidup-hidup
Kasus pembakaran terjadi di Kabupaten Karangasem pada Jumat (18/9). Korban adalah IGS (21), pemuda asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, yang berprofesi sebagai sopir truk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat terduga pelaku yang merupakan bos korban datang ke rumah korban. Kedatangan itu untuk menanyakan keberadaan korban yang belum menyerahkan uang setoran truk selama beberapa hari.
Harga Tanah di Bali Naik, Lahan Pertanian Terancam
Nilai tanah di Bali terus meningkat seiring derasnya arus investasi. Kondisi itu membuat upaya mempertahankan lahan pertanian menghadapi tantangan berat.
Masyarakat didorong mempertahankan lahan sebagai bagian kehidupan agraris Bali. Namun, nilai ekonomi tanah yang terus naik membuat hasil pertanian sulit bersaing dengan keuntungan dari menjual sebagian lahan.
Dilema tersebut disoroti Ketua BPD PHRI Bali yang juga mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardana Sukawati. Ia menjadi salah satu narasumber Diskusi II Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara di Aula Nusantara, Gedung Agrokompleks, Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (18/9).
Ramalan Zodiak Jadi Bahan Refleksi
Dorongan menentukan pilihan besar kerap terasa lebih kuat bagi sebagian orang. Keputusan yang dibuat karena emosi, tekanan orang lain, atau keinginan hasil cepat berpotensi menimbulkan penyesalan.
Astrologi digunakan sebagai bahan refleksi untuk mengenali kecenderungan diri sebelum mengambil langkah penting. Ramalan zodiak bukan kepastian masa depan, melainkan hiburan sekaligus sarana melihat kembali cara berpikir, perasaan, dan kebiasaan yang memengaruhi sebuah keputusan.