Pencarian

29 Gempa Dangkal Guncang Bali dan Sekitarnya Sepanjang Pekan Kedua September 2026, Tak Ada yang Dirasakan Warga

Minggu, 20 September 2026 • 14:17:01 WIB
29 Gempa Dangkal Guncang Bali dan Sekitarnya Sepanjang Pekan Kedua September 2026, Tak Ada yang Dirasakan Warga

DENPASAR — Stasiun Geofisika Denpasar merilis rekap aktivitas kegempaan wilayah Bali dan sekitarnya untuk periode minggu kedua September 2026. Dari pantauan alat, tercatat 29 kejadian gempa dengan magnitudo bervariasi antara 1,8 hingga 3,7.

Dominasi gempa dangkal menjadi catatan utama periode ini. Sebanyak 24 kejadian atau 82 persen dari total gempa memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer.

Rincian Kedalaman: 24 Gempa Dangkal, 4 Menengah, 1 Dalam

Selain gempa dangkal, Stasiun Geofisika Denpasar mencatat 4 kejadian gempa berkedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer, setara 13 persen dari total kejadian. Gempa dalam tercatat 1 kejadian atau 3 persen.

PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits menyebut pola tersebut berkaitan dengan zona tumbukan lempeng di selatan Jawa.

"Puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu ke dua bulan September 2026. Gempa yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut didominasi gempabumi dangkal," ujar Azany Harits.

89 Persen Gempa Bermagnitudo di Bawah 3

Dari sisi kekuatan, mayoritas gempa tergolong kecil. Sebanyak 26 kejadian atau 89 persen bermagnitudo kurang dari 3.

Gempa dengan magnitudo 3 hingga kurang dari 5 tercatat 3 kejadian atau 10 persen. Tidak ada gempa bermagnitudo di atas 5 sepanjang periode ini.

"89 persen gempa yang terjadi bermagnitudo 3 dan tidak ada gempabumi dengan magnitude diatas 5 dan 3 kejadian gempa bermagnituo 3 hingga kurang dari 5," tutur Azany Harits.

17 Gempa di Selatan Jawa-Bali-Lombok, 12 di Zona Sesar Flores

Sebaran episenter gempa terbagi dua zona. Sebanyak 17 kejadian tercatat di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia.

Sisanya, 12 kejadian, menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok, dan sekitarnya. Zona ini diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores serta aktivitas sesar aktif.

Tak Ada Gempa Dirasakan Warga

Meski jumlahnya mencapai puluhan, seluruh gempa pada periode ini tidak dirasakan masyarakat di Bali dan sekitarnya. Tidak ada laporan kerusakan maupun korban akibat rangkaian kejadian tersebut.

Data ini menjadi acuan pemantauan rutin Stasiun Geofisika Denpasar terhadap aktivitas seismik di kawasan Bali dan Nusa Tenggara Barat bagian barat.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks