BADUNG — Sebanyak 89 aparat garda terdepan pemerintahan di Kuta Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas yang berlangsung tiga hari, Selasa hingga Kamis (18-20/8). Mereka terdiri dari 46 Kepala Lingkungan dan 43 Kelian Banjar Dinas yang tersebar di tiga kelurahan dan tiga desa.
Pembukaan bimtek dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara. Kegiatan ini bertujuan memantapkan pemahaman tugas pokok dan fungsi sekaligus menyamakan persepsi dalam melayani masyarakat.
Prioritas Data Warga Kos dan Keamanan Lingkungan
Adi Arnawa menegaskan pengetatan data penduduk non-permanen menjadi prioritas utama. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga validitas data kependudukan, ketertiban administrasi, serta deteksi dini gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
"Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas," ujarnya di hadapan para peserta.
Pariwisata Berkualitas Jadi Magnet Investasi
Menurut orang nomor satu di Pemkab Badung ini, pesatnya pertumbuhan sektor wisata wajib diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan daya dukung wilayah. Sektor wisata yang sehat dinilai bakal menarik lebih banyak investasi dan kunjungan ke Bali, khususnya Badung.
"Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang," ungkap Bupati.
Untuk mendukung keberlanjutan pariwisata, Pemkab Badung juga terus menggenjot proyek infrastruktur jalan. Pembangunan jalan baru diproyeksikan mampu mengurai titik kemacetan sekaligus menggerakkan roda ekonomi wilayah.
Materi Bimtek: dari Bansos hingga Penanganan WNA
Ketua Panitia sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana, melaporkan bimtek ini mengacu pada sejumlah regulasi daerah dan undang-undang kependudukan. Selama tiga hari, peserta dibekali materi krusial yang menyentuh langsung pekerjaan harian mereka.
Materi tersebut meliputi Administrasi Kependudukan, peran Kaling dan Kelian dalam pemerintahan, Sistem Pengolahan Sampah Terpadu, hingga penegakan Perda. Selain itu, ada pula sesi tentang Bantuan Sosial (Bansos), Pendataan Wajib Pajak (SIOPD), Perizinan Bangunan atau Usaha, serta skema Penanganan Warga Negara Asing (WNA).
Dalam arahannya, Adi Arnawa mengingatkan seluruh aparat untuk bekerja secara tulus, ikhlas, dan transparan sesuai koridor kewenangan. Ia juga meminta jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan pelayanan prima yang patuh regulasi.
"Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Acara pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kuta Utara, narasumber dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Badung, serta Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.