TABANAN — Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan atau evaluasi rutin organisasi. Forum yang digelar di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7/2026), itu juga dimanfaatkan untuk merumuskan arah program kerja dan memperkuat kontribusi organisasi kemasyarakatan bagi pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali, serta sejumlah tokoh lainnya. Hadir pula Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, hingga pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan.
Semangat Persaudaraan Jadi Modal Utama
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Mahagotra Pasek, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Menurutnya, semangat persaudaraan harus terus dijaga sebagai modal utama dalam memperkuat kehidupan masyarakat Bali.
“Saya berharap seluruh pesemetonan tetap mengedepankan nilai kebersamaan sehingga organisasi semakin solid dan mampu memberi manfaat yang lebih luas,” ujar Giri Prasta. Ia juga mengapresiasi perkembangan organisasi MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilai berjalan dengan baik.
Pemkab Tabanan: Organisasi Kemasyarakatan Mitra Strategis
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menilai Loka Sabha menjadi momentum untuk memperkuat arah perjuangan organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan dalam kepengurusan yang akan terbentuk nantinya.
“Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,” tegas Sanjaya.
Pemkab Tabanan memandang organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis dalam menjaga harmoni sosial sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Sanjaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya.