DENPASAR — Sebanyak 2.900 lebih seniman dari seluruh kabupaten/kota di Bali tampil dalam PKB XLVIII tahun 2026. Angka partisipasi itu belum termasuk ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ikut meramaikan.
Menurut data yang disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat penutupan, omzet IKM yang terlibat mencapai Rp 11,3 miliar. Sementara itu, transaksi dari 75 stand kuliner—naik dari 52 stand pada PKB 2025—tembus Rp 5 miliar lebih.
Sentilan Koster untuk Pejabat: 'Itu Kebangetan'
Di tengah apresiasinya terhadap semangat seniman dan antusiasme penonton, Gubernur Koster melontarkan kritik terbuka kepada pejabat daerah yang dinilainya tak hadir menyaksikan pentas duta seni dari wilayahnya.
"Ketika seniman sudah tampil sebulan di PKB, kemudian pejabatnya tidak hadir menonton, itu kebangetan," kata Koster dalam sambutannya di Panggung Terbuka Ardha Candra.
Ia menegaskan bahwa pemimpin harus utuh mencintai budaya. Menurut Koster, peran pemerintah dalam mendorong ekosistem seni sangat strategis, terutama melalui kebijakan penganggaran dan kehadiran langsung di setiap pagelaran.
Penghargaan dan Sertifikasi Seniman
Prosesi penutupan PKB diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan Pancasila. Rangkaian acara berlanjut dengan penayangan video bunga rampai perjalanan festival, serta pemutaran profil penerima penghargaan Adi Sewaka Nugraha tahun 2026.
Panitia menyerahkan piagam kepada para penerima Adi Sewaka Nugraha sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali. Selain itu, hadiah diberikan kepada juara I Wimbakara (lomba) PKB, penghargaan Jantra Tradisi Bali, dan sertifikat bagi perwakilan lembaga seni yang telah mengikuti proses sertifikasi.
FSBJ 2027 Langsung Dibuka Usai PKB Ditutup
Tak berselang lama setelah penutupan PKB, Gubernur Koster langsung meluncurkan tema PKB XLIX tahun 2027 dan membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026. FSBJ merupakan ruang ekspresi seni modern dan kontemporer Bali yang digelar sebagai kelanjutan dari PKB.
Prosesi pembukaan FSBJ ditandai dengan pemukulan Gong Beri dan gong ageng oleh seniman Sanggar Teater Mini. Acara diiringi penampilan Baris oleh Sanggar Gita Mahardika dan pemutaran video teaser festival.
Rangkaian seremoni ditutup dengan pementasan drama klasik kolosal "Sumpah Drupadi" garapan Sanggar Teater Mini. Pementasan ini dipilih untuk menghadirkan pesan tentang keberanian, keadilan, dan nilai-nilai luhur yang menjadi ruh kesenian Bali.