Pencarian

7 Tempat Memancing Favorit di Bali untuk Akhir Pekan yang Masih Sepi Pengunjung

Senin, 13 Juli 2026 • 23:54:01 WIB
7 Tempat Memancing Favorit di Bali untuk Akhir Pekan yang Masih Sepi Pengunjung
Pemancing terlihat bersiap memancing di pesisir Pantai Lebih, Gianyar, yang dikenal memiliki ombak lebih tenang dibanding Pantai Sanur.

Bali punya lebih dari sekadar pantai selancar dan sawah terasering. Bagi perantau atau wisatawan yang tinggal di Denpasar, Badung, atau Gianyar, akhir pekan sering diisi dengan mencari tempat mancing yang teduh. Masalahnya, banyak spot populer seperti Pantai Serangan atau Tanjung Benoa sudah terlalu ramai. Butuh lokasi alternatif yang masih tenang, aksesnya tidak bikin stres, dan tentu saja—ikannya ada.

Dari pengalaman turun langsung ke lapangan selama beberapa tahun terakhir, ada beberapa titik yang konsisten ramai dipilih pemancing lokal. Bukan tempat komersial dengan tiket masuk mahal, melainkan spot liar yang dirawat komunitas. Berikut tujuh di antaranya, lengkap dengan karakter medan dan tips adaptasi di lapangan.

1. Pesisir Pantai Lebih, Gianyar

Pantai Lebih di sisi timur Gianyar punya ombak yang lebih tenang dibanding Pantai Sanur. Dasar lautnya berpasir dan berbatu kecil, cocok untuk mancing dasar pakai umpan cacing laut atau udang kecil. Ikan target utama: kuwe, baronang, dan kadang kakap merah.

Warga lokal biasanya datang sejak pukul 05.00 pagi. Kalau Anda baru pertama kali, bawa kursi lipat dan payung—pohon rindang di sini terbatas. Akses dari Jalan Raya Lebih mudah, parkir di pinggir jalan tanpa biaya. Tapi pastikan tidak meninggalkan barang berharga di mobil.

2. Muara Sungai Yeh Poh, Buleleng

Di Buleleng, muara Sungai Yeh Poh di Desa Sangsit jadi andalan pemancing air payau. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Sangsit, sekitar 15 menit dari pusat Kota Singaraja. Airnya campuran sungai dan laut, menarik ikan bandeng liar dan nila hitam yang kuat tarikannya.

Tempat ini lumayan teduh karena ada pohon kelapa di sepanjang tepi. Tapi waspadai arus saat air laut pasang—lebih baik mancing dua jam sebelum air laut surut. Bawa pelampung cadangan, karena banyak ranting di dasar sungai yang bisa menyangkut senar.

3. Danau Tamblingan, Bedugul

Bagi yang suka mancing air tawar dengan pemandangan kabut pegunungan, Danau Tamblingan di Desa Munduk, Buleleng, adalah pilihan utama. Ikan mujair dan nila di sini terkenal gemuk karena air danau yang dingin dan jernih. Tidak seperti Danau Beratan yang ramai turis, Tamblingan masih sepi di hari kerja—akhir pekan pun relatif lengang.

Akses dari Bedugul sekitar 20 menit dengan motor. Jalan menurun dan sempit, jadi hati-hati kalau bawa mobil. Tidak ada warung permanen di tepi danau, jadi siapkan bekal sendiri. Bawa jaket tebal—suhu bisa turun hingga 18 derajat Celcius pada sore hari.

4. Pantai Perasi, Karangasem

Pantai Perasi di sebelah timur Pantai Candidasa punya ombak yang pecah cukup jauh dari bibir pantai. Spot mancing favorit adalah di sekitar karang di sisi kiri pantai. Ikan target: ekor kuning, kerapu kecil, dan kadang cumi-cumi pada malam hari.

Banyak pemancing lokal memilih mancing malam di sini karena suasananya lebih tenang dan ikan lebih aktif. Bawa lampu kepala dan senter anti-air. Jalan menuju pantai sudah beraspal mulus, tapi penerangan jalan minim—sebaiknya berangkat sebelum maghrib jika ingin mancing malam.

5. Tukad Badung, Denpasar (Segmen Hilir)

Mungkin terdengar aneh, tapi segmen hilir Tukad Badung di dekat Pelabuhan Benoa punya spot mancing yang cukup produktif. Airnya payau, dan banyak warga sekitar mancing nila hitam serta gabus. Lokasinya di Jalan Tukad Badung, dekat perempatan menuju Pelabuhan Benoa.

Ini bukan tempat wisata—lebih ke spot lokal yang tidak banyak diketahui turis. Tidak ada fasilitas apa pun, jadi bawa air minum sendiri. Sampah plastik kadang terbawa arus, jadi pilih spot yang agak menjorok ke tengah jembatan kecil. Mancing di sini cocok untuk yang ingin pengalaman berbeda tanpa harus keluar kota.

6. Pantai Batubelig, Badung (Sisi Timur)

Pantai Batubelig di kawasan Seminyak-Kerobokan terkenal dengan ombak selancar, tapi sisi timurnya—dekat muara sungai kecil—cocok untuk mancing pasang. Ikan target: barakuda kecil dan kuwe. Banyak pemancing ekspatriat yang tinggal di Canggu sering mancing di sini pagi hari.

Parkir di pinggir Jalan Batubelig lumayan mahal, jadi cari tempat parkir di gang-gang kecil di timur pantai. Bawa sepatu karet karena pasirnya panas dan kadang ada pecahan karang. Jangan mancing terlalu dekat dengan area surfing untuk menghindari kena senggol papan selancar.

7. Embung Yeh Embang, Jembrana

Embung Yeh Embang di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, adalah waduk kecil yang dikelola Perumda Air Minum setempat. Airnya jernih kehijauan, habitat ikan nila dan tawes. Lokasi ini relatif baru populer di kalangan pemancing dari Denpasar yang ingin cari suasana pedesaan.

Akses dari Kota Negara sekitar 30 menit. Jalan masuknya sempit, hanya muat satu mobil. Tidak ada tiket masuk resmi, tapi biasanya ada iuran sukarela dari warga sekitar untuk perawatan lingkungan. Bawa umpan lumut atau pelet—ikan di sini sudah terbiasa dengan pakan buatan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perlu izin khusus untuk mancing di pantai Bali?
Tidak ada izin khusus untuk mancing rekreasi di pantai umum. Tapi di beberapa area konservasi seperti kawasan Pelabuhan Benoa atau area Taman Nasional Bali Barat, ada aturan tertentu. Sebaiknya tanya warga setempat atau pecalang desa sebelum memulai.

Waktu terbaik mancing di Bali pagi atau sore?
Pagi hari antara pukul 05.00-08.00 adalah jam emas untuk mancing di laut. Ikan lebih aktif mencari makan sebelum matahari terlalu tinggi. Untuk air tawar, sore hari menjelang maghrib juga produktif, terutama di danau.

Umpan apa yang paling ampuh di perairan Bali?
Untuk mancing laut, udang segar dan potongan ikan kecil adalah paling universal. Untuk air tawar, cacing tanah dan pelet apung buatan lokal banyak digunakan. Hindari umpan hidup yang bisa menjadi spesies invasif jika terlepas.

Apakah ada komunitas mancing di Bali yang bisa diikuti?
Ada beberapa grup WhatsApp dan Facebook seperti "Mancing Mania Bali" atau "Fishing Club Bali". Biasanya mereka rutin mengadakan acara mancing bersama di akhir pekan. Cari di media sosial dengan kata kunci "mancing bareng Bali".

Bagaimana cara menjaga kebersihan spot mancing?
Bawa kantong sampah sendiri dan bawa pulang semua sampah—termasuk bekas umpan dan tali pancing. Banyak spot mancing kini mulai ditutup karena ulah pemancing yang membuang sampah sembarangan. Jangan jadi bagian dari masalah itu.

Memilih tempat mancing di Bali tidak perlu rumit. Mulai dari yang dekat dengan kota seperti Tukad Badung, atau yang butuh perjalanan lebih jauh seperti Danau Tamblingan, semuanya punya karakter masing-masing. Yang penting: siapkan perlengkapan dengan benar, hormati aturan setempat, dan jangan lupa bawa pulang sampah. Selamat memancing.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks