BALI — Ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit tak lagi sekadar balapan. Pemerintah menjadikannya mesin penggerak ekonomi daerah, terutama bagi Nusa Tenggara Barat. Data dari InJourney dan Bappenas mencatat, dampak ekonomi langsung dan tidak langsung dari satu event balap saja sudah menembus angka Rp4,9 triliun tahun lalu.
Dampak Ekonomi Langsung Tembus Rp4,9 Triliun
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati menyebut perhitungan itu sedikit di atas estimasi awal yang sebesar Rp4,7 triliun. "Jadi kalau perhitungan kami, direct and indirect, dan juga induced income effect, itu Rp4,7 triliun. Satu event," jelas Vivi dalam konferensi pers di Kantor InJourney, Kamis (18/6) sore.
Angka ini mencakup efek berantai dari pengeluaran penonton, akomodasi, transportasi, hingga jasa lokal. Bukan cuma soal uang, event ini juga mempekerjakan belasan ribu orang dalam satu musim balap.
Singapura Ikut Gerah, Formula 1 Digelar di Tanggal Sama
Menpora Erick Thohir menegaskan potensi sport tourism harus dimaksimalkan. Ia mencontohkan, negara tetangga mulai bereaksi terhadap besarnya perputaran ekonomi MotoGP Mandalika. "Buktinya, negara tetangga mulai terganggu, yang namanya F1 itu tanggalnya disamain," ujar Erick.
Singapura menjadwalkan balap Formula 1 pada 9-11 Oktober 2026 — persis di akhir pekan yang sama dengan MotoGP Mandalika. Menurut Erick, ini bukti bahwa dampak ekonomi MotoGP sudah diakui secara regional.
670 Juta Pasang Mata Sasar Mandalika
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut ajang ini disiarkan ke 200 negara. "670 juta pasang mata di dunia akan mengenal Mandalika, mengenal Indonesia dari gelaran MotoGP," kata Maya. Ia menambahkan, sektor pariwisata nasional bakal merasakan angin segar karena destinasi unggulan Indonesia terpapar langsung ke pasar global.
Pasar sport tourism dunia saat ini bernilai US$625 miliar. Erick Thohir memperkirakan angka itu akan naik menjadi US$2,7 triliun dalam delapan tahun ke depan. "Contoh yang gampang adalah maraton, dulu kita tahu Boston, New York, sekarang Afrika saja melihat peluang ini," tambah eks Bos Inter Milan itu.
Pemerintah berharap MotoGP Mandalika 2026 bisa menjadi instrumen strategis untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia ke panggung dunia. Event ini bukan cuma soal kecepatan motor, tapi juga kecepatan perputaran uang dan lapangan kerja.