BADUNG — Perputaran uang di ajang tahunan ini tercatat dinamis sepanjang penyelenggaraan pada 24-30 Juli 2026. Data Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DiskopUKMP) Badung menunjukkan transaksi harian bergerak fluktuatif, dari Rp 36,81 juta di hari pertama, sempat turun ke Rp 24,63 juta di hari kelima, lalu melesat ke titik puncak Rp 37,28 juta di hari penutup.
Angka itu menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat terhadap produk lokal tidak surut. Sekretaris DiskopUKMP Badung, I Made Wirya Santosa, menyebut capaian ini sebagai indikator antusiasme publik sekaligus bukti nyata perluasan pasar bagi pelaku UMKM binaan pemerintah kabupaten.
Omzet Harian Peserta Pameran Tembus Rp 4 Juta
Wirya merinci, sejumlah UMKM unggulan bahkan mampu mencatatkan penjualan hingga di atas Rp 4 juta per hari. "Omzet penjualan seluruh peserta pameran menembus angka Rp 200 juta selama sepekan. Bahkan, sejumlah UMKM unggulan mencatatkan penjualan hingga di atas Rp 4 juta per hari," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Dari sisi partisipasi, gelaran tahun ini mencatat rekor baru. Sebanyak 32 pelaku usaha lokal difasilitasi untuk ambil bagian, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang melibatkan 28 UMKM.
Bukan Sekadar Jualan, Pameran Jadi Ajang Jalin Kontrak Bisnis
Lebih dari sekadar transaksi tunai, pameran ini menjelma menjadi ruang negosiasi bagi para pelaku usaha. Wirya mengungkapkan, sejumlah kesepakatan kemitraan baru berhasil terbentuk selama acara berlangsung, baik antar-sesama UMKM maupun dengan mitra bisnis eksternal.
"Pameran ini tidak hanya memfasilitasi transaksi langsung kepada konsumen. Ajang ini juga membuka jembatan kerjasama antar-UMKM serta mitra bisnis eksternal," terangnya.
Ia menambahkan, hasil positif ini diharapkan menjadi pijakan bagi produk lokal Badung untuk menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Badung melalui DiskopUKMP terus mendorong pelaku usaha meningkatkan mutu produk dan memperkuat branding agar semakin berdaya saing.
"Harapan besar kami di DiskopUKMP Badung adalah membawa brand dan produk lokal Badung agar tidak hanya menguasai pasar nasional. Kami ingin produk lokal merambah pasar internasional," pungkas Wirya.