Bagi pemain yang sudah muak dengan rutinitas "grind" tanpa akhir di game seperti Diablo 4, Path of Exile 2 menawarkan angin segar. Ekspansi terbaru bertajuk Return of the Ancients mengubah fase setelah kampanye—yang biasanya hanya berisi farming loot—menjadi serangkaian misi cerita yang berdiri sendiri. Alih-alih sekadar membuka peta dan membantai monster, pemain diajak menyelidiki menara misterius, menemukan benteng kuno, dan bertemu karakter yang menceritakan sejarah kelam dunia Wraeclast.
Endgame yang Terasa Seperti Petualangan Baru, Bukan Pekerjaan Rumahan
Inovasi paling mencolok ada pada struktur endgame-nya. GGG mendesain ulang fase pasca-kampanye sebagai "mini-kampanye" yang memiliki alur cerita dan bos spesifik. Saya menemukan sepasang tangan ungu yang menyembul dari tanah, lalu seorang wanita meminta saya mencabutnya untuk membersihkan korupsi. Tak lama, area baru dengan medan pucat dipenuhi tangan-tangan serupa terbuka di peta dunia.
Pendekatan ini membuat mekanisme liga—aktivitas sampingan yang biasanya terasa asing dan terputus dari narasi utama—kini hadir secara organik. Pemain baru bisa menjalankannya satu per satu, sementara pemain lama bisa langsung memilih favorit mereka. Tidak ada lagi kebingungan seperti di Path of Exile 1, di mana saya harus menggali forum lama untuk memahami apa yang terjadi.
Kreativitas Buildcrafting yang Mendekati Baldur's Gate 3
Path of Exile 2 juga mendorong batas kreativitas dalam merancang karakter. Kelas huntress yang baru bisa menjinakkan bos dan menggunakannya sebagai hewan peliharaan. Sementara itu, monk dapat memilih jalur ascendancy yang membuka versi spesial dari setiap pasang sarung tangan unik di game. Bayangkan: sebuah sarung tangan yang semakin kuat setiap kali Anda mengalahkan bos, atau tongkat yang mengelilingi Anda dengan sekawanan gagak.
Direktur Game Jonathan Rogers mengatakan endgame ini dirancang untuk memberi pemain "cicipan" dari versi infinite farm yang sesungguhnya, lengkap dengan titik berhenti yang jelas sebelum semuanya terbuka lebar. Ini bukan ide revolusioner, tetapi cara GGG mengeksekusinya—dengan mulus dan penuh atmosfer—dipastikan akan membuat pemain yang biasanya melewatkan endgame justru ketagihan.
Gratis dan Belum Selesai, Tapi Sudah Melampaui Pesaing
Semua ini akan dirilis sebagai game gratis (free-to-play) pada akhir tahun ini. Dengan Grand Theft Auto 6 yang tidak hadir di PC pada 2026, Path of Exile 2 punya panggung kosong untuk bersinar. Game ini telah menghancurkan batasan yang sudah bertahan selama puluhan tahun di genre aksi-RPG, dan ia bahkan belum selesai dikembangkan.
Bagi saya, ini adalah pertama kalinya sebuah game aksi-RPG mengakui bahwa pengalaman endgame tidak harus menjadi grind. Dan setelah 600 jam, saya yakin: PoE 2 memiliki "jus" yang selama ini dicari para penggemar genre ini.