Pencarian

Carvana Genggam Opsi Beli Saham Slate Auto, Sinyal Ekspansi ke Mobil Baru

Kamis, 04 Juni 2026 • 00:50:01 WIB
Carvana Genggam Opsi Beli Saham Slate Auto, Sinyal Ekspansi ke Mobil Baru
Carvana mengantongi opsi beli saham Slate Auto sebagai sinyal ekspansi ke mobil baru.

Dokumen yang diperoleh TechCrunch dari divisi korporasi Delaware mengungkapkan bahwa Carvana mendapatkan waran (warrant) untuk membeli saham Slate Auto pada 2025. Waktu penerbitan waran itu bertepatan dengan momen Slate Auto yang tengah merampungkan putaran pendanaan Seri C senilai USD 650 juta (sekitar Rp 10,4 triliun).

Belum diketahui apakah Carvana sudah mengeksekusi waran tersebut atau berapa jumlah saham yang bisa dibeli. Carvana menolak berkomentar, sementara Slate Auto tidak merespons permintaan konfirmasi.

Investor Tunggal di Balik Dua Perusahaan

Jalinan antara Carvana dan Slate Auto tidak lepas dari sosok Mark Walter, CEO Guggenheim Partners. Walter tercatat sebagai pemilik 8% saham Kelas B Carvana dan 1% hak suara perusahaan — hanya kalah besar dari CEO Ernie Garcia III dan ayahnya, Ernie Garcia II.

Di sisi lain, Walter melalui perusahaannya TWG Global memimpin pendanaan Seri C Slate Auto pada April lalu, menjadikannya salah satu pemegang saham terbesar di startup EV tersebut. Ia juga yang pertama kali disebut TechCrunch sebagai investor Slate bersama Jeff Bezos saat perusahaan itu keluar dari mode siluman pada tahun lalu.

Waran Senilai Rp 24 Miliar, Target Kinerja 2029

Menariknya, Carvana mungkin sudah membocorkan sebagian informasi ini ke publik — tanpa menyebut nama Slate. Dalam pengajuan regulasi Maret lalu, Carvana mengaku telah menerima waran untuk membeli saham sebuah "perusahaan produk konsumen swasta" pada Juni 2025.

Nilai agregat waran itu mencapai USD 1,5 juta (sekitar Rp 24 miliar) pada akhir 2025. Dokumen tersebut menyebut waran "bervestasi secara bertahap hingga 2029 berdasarkan target kinerja yang ditentukan bersama." Carvana juga mengakui bahwa Walter memiliki "kepemilikan substansial" di perusahaan penerbit waran — tanpa menyebut secara eksplisit bahwa itu adalah Slate Auto.

Mobil Listrik Rp 320 Jutaan, Tanpa Dealer Tradisional

Slate Auto sendiri berada dalam hitungan minggu menjelang pengumuman harga final dan pembukaan pemesanan non-refundable pertama untuk kendaraan listrik murahnya. Harga awal diperkirakan mulai dari pertengahan USD 20.000-an, atau sekitar Rp 320 juta hingga Rp 400 juta. Startup itu menargetkan pengiriman kendaraan pertama pada akhir tahun ini.

Sama seperti Tesla dan Rivian, Slate menegaskan tidak akan menggunakan dealer tradisional. Perusahaan berencana menjual langsung ke konsumen, namun belum merinci bagaimana logistik pengalaman pembelian mobil akan dijalankan. Di sinilah kemitraan dengan Carvana menjadi krusial: jaringan pusat pembelian mobil fisik Carvana bisa menjadi solusi logistik sekaligus meningkatkan profil Slate di mata konsumen.

Dari Mobil Bekas ke Mobil Baru

Langkah Carvana mengakuisisi waran Slate Auto terjadi di tengah laporan Wall Street Journal bahwa perusahaan tengah mencari cara berekspansi ke penjualan mobil baru. Carvana dikabarkan telah membeli sejumlah dealer Stellantis di berbagai negara bagian AS.

Ketika ditanya soal penjualan mobil baru dalam panggilan pendapatan baru-baru ini, CEO Ernie Garcia III hanya menjawab singkat: "stay tuned." Kini, dengan kepemilikan tidak langsung di Slate Auto, arah ekspansi Carvana mulai terlihat jelas — dan Indonesia, sebagai pasar otomotif yang terus tumbuh, patut mencermati bagaimana model bisnis ini bisa direplikasi atau justru bersaing dengan pemain lokal.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks