Pencarian

Microsoft Terus Membundel Aplikasi Berbayar dan Beriklan di Windows 11, Pengguna Mulai Beralih ke Alternatif Open Source

Minggu, 21 Juni 2026 • 22:44:31 WIB
Microsoft Terus Membundel Aplikasi Berbayar dan Beriklan di Windows 11, Pengguna Mulai Beralih ke Alternatif Open Source
Microsoft bundel aplikasi berbayar dan beriklan di Windows 11, memicu peralihan pengguna ke alternatif open source.

Secara teknis, sistem operasi hanyalah perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan komputer dan menginstal aplikasi yang benar-benar digunakan. Namun Microsoft, sejak awal, sudah membundel aplikasi sendiri di Windows. Praktik ini kini mencapai titik jenuh: aplikasi bawaan Microsoft di Windows 11 dinilai semakin membengkak karena dipenuhi promosi berlangganan dan iklan.

Empat Aplikasi Paling Bermasalah di Windows 11

Beberapa aplikasi bawaan Microsoft dianggap paling boros sumber daya dan mengganggu pengalaman pengguna. Pengguna melaporkan bahwa aplikasi-aplikasi ini kerap meminta pembaruan, mendorong langganan Microsoft 365, atau menampilkan iklan di antarmuka yang seharusnya sederhana.

Aplikasi pertama yang paling sering dikeluhkan adalah Microsoft Edge. Meskipun berbasis Chromium, browser ini terus-menerus mendorong pengguna untuk menggunakan Bing, menyinkronkan akun Microsoft, dan menampilkan berita serta iklan di halaman tab baru.

Kedua, aplikasi Microsoft Teams yang kini terintegrasi langsung ke taskbar. Banyak pengguna menganggapnya berat dan tidak diperlukan jika mereka tidak menggunakan ekosistem Microsoft untuk komunikasi tim.

Ketiga, aplikasi Outlook (versi baru) yang menggantikan Mail dan Calendar klasik. Versi baru ini memerlukan login akun Microsoft dan kerap menampilkan prompt untuk berlangganan Microsoft 365.

Keempat, aplikasi OneDrive yang terus aktif menyinkronkan file di latar belakang meskipun pengguna tidak membutuhkannya. Ikon sinkronisasi dan notifikasi penyimpanan penuh kerap muncul tanpa diminta.

Alternatif Open Source yang Lebih Bersih

Para pengguna yang muak dengan pendekatan ini mulai beralih ke alternatif open source. Untuk browser, Mozilla Firefox masih menjadi pilihan utama karena tidak mengikat pengguna pada satu ekosistem dan tidak menampilkan iklan berbayar di antarmuka dasarnya.

Untuk komunikasi tim, aplikasi seperti Slack atau Discord dinilai lebih ringan dan tidak mengganggu. Sementara untuk email, Mozilla Thunderbird masih menjadi klien email desktop yang andal tanpa tekanan berlangganan.

OneDrive sendiri bisa digantikan dengan layanan penyimpanan cloud lain seperti Google Drive atau Dropbox, atau bahkan solusi self-hosted seperti Nextcloud bagi pengguna yang lebih mengutamakan privasi.

Dampak bagi Pengguna Indonesia

Bagi pengguna Windows 11 di Indonesia, peralihan ini cukup relevan. Banyak pengguna rumahan dan kantor kecil yang tidak membutuhkan fitur kolaborasi korporat Teams atau sinkronisasi cloud OneDrive secara paksa. Mengganti aplikasi bawaan dengan alternatif open source bisa menghemat sumber daya komputer dan mengurangi gangguan saat bekerja.

Langkah yang bisa dilakukan cukup sederhana: nonaktifkan aplikasi bawaan yang tidak diperlukan melalui pengaturan Windows, lalu instal aplikasi alternatif yang lebih sesuai kebutuhan. Tidak perlu khawatir soal keamanan — aplikasi open source seperti Firefox dan Thunderbird telah melalui audit kode dan dipercaya jutaan pengguna global.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa pengguna semakin sadar akan hak mereka untuk memilih perangkat lunak yang benar-benar mereka butuhkan, bukan yang dipaksakan oleh pengembang sistem operasi.

Bagikan
Sumber: howtogeek.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks