DENPASAR — Rangkaian perayaan Waisak 2026 di Bali tidak hanya diisi ritual keagamaan, tetapi juga bazar makanan nabati yang melibatkan 44 stan UMKM. Ketua Panitia Bazar Makanan Nabati, Evi Juliana, menyebut sebanyak 40 stan menyajikan aneka makanan dan minuman nabati, mulai dari kuliner khas Bali, masakan Nusantara, Chinese food, Japanese food, hingga masakan Padang yang diolah tanpa bahan hewani.
“Hidangan vegan bukan sekadar olahan sayuran, tahu, dan tempe yang sederhana, melainkan dapat dikembangkan menjadi menu tradisional yang kaya rasa seperti nasi Bali versi vegan,” kata Evi.
Ritual Pemandian Rupang Buddha: Simbol Penyucian Diri
Salah satu tradisi inti dalam perayaan Waisak adalah ritual pemandian rupang Buddha. Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Bali sekaligus Ketua Majelis Mapanbumi Bali, Heri Sudiarto, menjelaskan bahwa ritual ini bukan sekadar membersihkan patung secara fisik, melainkan pengingat bagi umat untuk menjaga kemurnian pikiran, ucapan, dan tindakan.
“Ketika pikiran manusia bersih dari noda batin, maka segala tindakan dan ucapan yang dihasilkan akan membawa kedamaian bagi lingkungan sekitar,” ujar Heri.
Pesan Perdamaian di Tengah Tantangan Global
Tema nasional “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” dipilih sebagai respons terhadap berbagai tantangan global saat ini. Menurut Heri, nilai-nilai cinta kasih dan kebajikan yang diajarkan Buddha menjadi fondasi penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Nilai-nilai cinta kasih dan kebajikan yang diajarkan Buddha menjadi fondasi penting untuk menciptakan kedamaian, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Lion Dance Senior dan Penampilan Musisi Bali
Suasana perayaan semakin meriah dengan penampilan lion dance yang dibawakan para pemain senior berusia di atas 50 tahun. Selain itu, musisi Bali, Gus Teja dan Ayu Saraswati, turut memeriahkan acara. Berbagai kegiatan lain yang melibatkan masyarakat dari segala usia juga digelar, mulai dari yoga bersama, lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK dan SD kelas rendah, talkshow kesehatan, hingga aksi donor darah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Mapanbumi Bali berharap perayaan Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menyebarkan pesan perdamaian kepada masyarakat luas.